• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Indonesia Jadi Pionir di Asia Tenggara Terapkan WGS di Sektor Perikanan

by Redaksi Asiatoday
May 31, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Jadi Pionir di Asia Tenggara Terapkan WGS di Sektor Perikanan

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari saat berbicara dalam APEC Senior Official Meeting Ke-2, di Detroit, Amerika Serikat. Foto KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia akan menjadi salah satu pionir di Asia Tenggara, yang menerapkan platform WGS (whole genome sequence) pada sektor perikanan.

Hal itu menjadi point komitmen kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk memperkuat sistem pemantauan keamanan pangan perikanan.

Salah satu yang menjadi fokus kerjasama ini yakni pengendalian food-borne disease atau penyakit yang ditimbulkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan.

RelatedPosts

Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge

Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse

Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature

“Kami menyambut positif kerjasama ini mengingat metode mitigasi terus berkembang hingga mampu melakukan pengendalian dan pelacakan sumber penyakit secara akurat melalui penerapan surveilan molekuler dengan teknologi whole genome sequence atau WGS platform,” ujar Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari di Jakarta, dikutip Rabu (31/5/2023).

Menurut dia, keamanan pangan di negara – negara anggota APEC menjadi fokus bersama. Saat ini, negara-negara maju juga telah mengaplikasikan surveilans penyakit yang dapat menular melalui makanan atau dikenal sebagai food-borne disease.

“Negara-negara pengekspor produk pangan terutama pangan asal hewan/ternak dan tumbuhan telah banyak yang mulai menerapkan platform ini dalam memberikan jaminan keamanan pangan produk mereka, meyakinkan konsumen, menjamin keberterimaan produk di pasaran serta memperluas akses produk di pasar global dan meningkatkan volume ekspor, namun Indonesia akan menjadi salah satu pionir, terutama di Asia Tenggara, yang menerapkan platform WGS ini pada sektor perikanan” ujarnya.

Sebagai salah satu negara eksportir hasil perikanan terbesar di dunia, Pamuji Lestari menyebut Indonesia tidak dapat menghindari isu keamanan pangan produk perikanan. Hal ini sejalan dengan program KKP dalam menggenjot produksi perikanan.

Ia menegaskan, Indonesia memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menerapkan sistem jaminan keamanan pangan sesuai standar internasional. Karenanya, target produksi udang 2 juta ton udang per tahun pada 2024 akan mampu diserap pasar global, utamanya negara – negara maju importir udang.

“Kapasitas SDM dan peralatan laboratorium KKP untuk bekerjasama dengan jejaring WGS internasional dalam penerapan Platform WGS kita juga sudah siap,” tegasnya.

Kesiapan Indonesia ditunjukkan Panuji Lestari dalam gelaran forum APEC Senior Official Meeting (APEC SOM) Ke-2 di Detroit Amerika Serikat, 14-19 Mei. Saat itu, delegasi KKP yang hadir menjadikan forum working group APEC WGS sebagai unjuk kekuatan kapasitas Indonesia dan kesiapan menjalin kerjasama dengan negara – negara maju dalam penerapan platform WGS pada sistem surveilans food-borne disease sektor perikanan utamanya komoditas udang.

“Intinya kita tunjukkan kalau Indonesia siap dan mampu menjamin keamanan pangan, khususnya dari komoditas kelautan dan perikanan,” terangnya.

Sebagai informasi, salah satu topik yang diangkat dalam Pertemuan APEC Senior Official Meeting Ke-2 adalah isu keamanan pangan pada komoditas pangan yang diperdagangkan secara internasional. Negara-negara maju anggota APEC yang umumnya adalah konsumen atau importir produk pangan sudah sejak lama menerapkan standar – standar tertentu yang membuat kegiatan perdagangan komoditas pangan antar negara menjadi makin kompetitif.

Delegasi KKP yang diwakili M. Aji Purbayu dan Putu Eka Sudaryatma berhasil membuat perwakilan dari 21 negara APEC dan delegasi pengamat WTO memberikan apresiasi kepada Indonesia atas pencapaiannya yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang akan menerapkan platform WGS di sektor perikanan. Penerapan ini dilaksanakan melalui kerjasama bilateral saling menguntungkan dengan United States Food and Drugs Administration (US FDA).

“Semoga kerjasama ini semakin menjamin keamanan udang Indonesia dan semakin meningkatkan volume ekspor ke Amerika Serikat serta mendapatkan privilege dalam kemudahan lalu lintas saat tiba di pelabuhan – pelabuhan Amerika Serikat,” imbuhnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Perikanan BerkelanjutanWhole Genome Sequence
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.