• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Pelopori Jalan Baru Asia

15 Negara Sepakati Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

by Redaksi Asiatoday
November 15, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pelopori Jalan Baru Asia

Presiden Jokowi dan Mendag Agus Suparmanto usai penandatanganan RCEP, Minggu (15/11), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis)

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asia sepakat membangun jalan baru.

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah ditandatangani oleh 15 negara, Minggu (15/11/2020).

Ke 15 negara tersebut terdiri dari 10 negara ASEAN dan 5 mitra ASEAN yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Ke 15 negara penandatangan perjanjian RCEP ini secara kumulatif mewakili 29,6 (persen) penduduk dunia,  30,2 persen GDP (gross domestic product) dunia, 27, 4 persen perdagangan dunia, dan 29,8 persen FDI (foreign direct investment) dunia,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto usai penandatanganan.

Berdasarkan kajian yang dilakukan September lalu, dalam waktu 5 tahun setelah diratifikasi, RCEP berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara peserta sebesar 8-11 persen. Investasi ke Indonesia juga berpotensi meningkat 18-22 persen.

“Melalui RCEP ini, Indonesia juga dapat menikmati spillover effect dari FTA (Free Trade Agreement) yang dimiliki negara anggota RCEP dengan negara-negara non-anggota. Perluasan peran Indonesia melalui global supply chain dari spillover effect ini berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7,2 persen,” ungkapnya.

Menurut Agus, data ekspor Indonesia ke 14 negara RCEP selama 5 tahun terakhir, menunjukkan tren positif sebesar 7,35 persen.

“Pada tahun 2019, total ekspor nonmigas ke kawasan RCEP mewakili 56,51 persen total ekspor Indonesia ke dunia, yakni senilai USD84,4 miliar. Sementara dari sudut impor, RCEP  mewakili 65,79 persen total impor Indonesia dari dunia, yakni senilai USD102 miliar,” terangnya.

Mendag menekankan, manfaat RCEP bagi Indonesia dapat terwujud jika Indonesia melakukan perubahan mendasar, dengan menjadikan program penguatan daya saing sebagai agenda tetap di semua sektor perekonomian, baik software maupun hardware, sektor barang maupun jasa, pengusaha besar maupun UMKM, sektor pemerintah maupun swasta.

“Tak ada cara lain untuk memetik manfaat RCEP secara maksimal selain meningkatkan daya saing, karena itulah yang dilakukan negara-negara pesaing kita secara terus menerus, baik ia negara anggota RCEP maupun bukan anggota,” tandasnya.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, RCEP merupakan gagasan yang secara berani yang dicetuskan Indonesia untuk mempertahankan sentralitas ASEAN memasuki rantai pasok global secara lebih dalam.

Perjanjian tersebut, merupakan sebuah proses panjang perundingan paripurna sebanyak 31 putaran. Selain itu, juga dilakukan perundingan intersesi tingkat working group leads only maupun tingkat menteri, baik dalam format kaukus maupun plenary yang tidak terhitung jumlahnya.

“Kerja keras kita selama 8 tahun menghasilkan sebuah perjanjian setebal 14.367 halaman, yang terbagi ke dalam 20 bab, 17 annex, dan 54 schedule commitment yang mengikat 15 negara pesertanya tanpa memerlukan satupun side letter,” ungkap Mendag.

Mengakhiri keterangan persnya, Mendag menyampaikan apresiasi terhadap arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Juga kepada berbagai kementerian/lembaga pada pilar ekonomi, yang aktif mendukung dan memberikan kontribusinya dalam proses perundingan RCEP, sehingga dapat dinyatakan selesai pada hari ini.

“Semoga perjanjian RCEP dapat menjadi katalis bagi Indonesia untuk memasuki lebih dalam global value chain dan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca COVID-19,” tandasnya. (ATN)

Tags: AseanAsia BusinessRCEP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.