• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Power Mulai Terapkan Penggunaan Energi Hijau di Bali 

by Redaksi Asiatoday
February 24, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Power Mulai Terapkan Penggunaan Energi Hijau di Bali 

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) di Desa Taman Ayu, Lombok Barat. Ist

ASIATODAY.ID, DENPASAR – Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (Persero), mulai menerapkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Kompleks Perkantoran Bali Power Generation Unit.

Energi Hijau yang dioperasikan memiliki total daya 226 KWp (Kilo Watt Peak).

Peluncuran PLTS itu diresmikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM FX Sutijastoto, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Menurut Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi, pengembangan teknologi PLTS Bali Power Gen Unit ini diinisiasi oleh PT Indo Tenaga Hijau, salah satu anak perusahaan Indonesia Power sejak pertengahan 2019.

“Pembangunan dan pengoperasian PLTS ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap penggunaan energi ramah lingkungan di Bali,” kata dia dalam keterangannya, Senin (24/2/2020)

Dikatakan, PLTS ini memanfaatkan modul PV dari Canadian Solar. Teknologi ini menjadi salah satu metode untuk menurunkan emisi yang dihasilkan oleh unit pembangkit.

PLTS Atap Bali Power Generation Unit ini terpasang di dua titik, masing-masing berdaya 136 kWp di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran dan sebesar 90 kWp di PLTG Pemaron yang diperkirakan akan mampu memangkas nilai emisi hingga 39T CO2.

Pengembangan dan pemasangan PLTS ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung Kota Bali sebagai salah salah satu daerah terdepan dalam hal upaya pengembangan energi bersih, yang tercermin dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 45/2019 tentang Energi Bersih.

“Peraturan ini turut mengatur tentang pengembangan bangunan hijau, bangunan yang memiliki keseimbangan antara energi yang dihasilkan serta energi yang digunakan (zero energy building]),” jelasnya.

Salah satu poin yang termuat dalam peraturan tersebut yakni bangunan pemerintah pusat dan daerah, bangunan komersial industri, sosial dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter2 diwajibkan untuk memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan tenggat waktu mulai dari 2021 hingga 2024.

“Keberadaan PLTS ini juga turut membantu memenuhi kebutuhan energi Bali Power Generation Unit dan menjadikannya zero energy building,” tandasnya.

PLN Kembangkan Pemanfaatan Pelet untuk PLTU

Selain pengembangan PLTS, PLN juga terus mendorong penggunaan olahan sampah menjadi pengganti bahan bakar pembangkit.

Setelah sukses di Bali, kini PLN bersama anak usahanya, Indonesia Power mengembangkan penggunaan pelet sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

Olahan sampah dalam bentuk pelet setara dengan batubara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit.

Jika menggunakan batubara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batubara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3 persen, maka dibutuhkan 600 kilogram pelet setiap jam sebagai pengganti batubara.

Pemanfaatan olahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, tetapi juga sebagai alternatif solusi penanganan sampah daerah dan upaya memberdayakan masyarakat terutama di Lombok yang merupakan destinasi wisata penting di Indonesia.

Dengan program dari PLN ini tentunya dapat menjadi solusi dan mewujudkan Program Zero Waste yang diusung pemerintah Provinsi NTB. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BaliBali Power Generation UnitEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen BuildingKESDMPLNPLTUPT Indonesia Power
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.