• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Ini Penjelasan Anies soal Karya Instalasi Getih Getah yang Dipersoalkan Netizen

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2019
in CULTURE
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ini Penjelasan Anies soal Karya Instalasi Getih Getah yang Dipersoalkan Netizen 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sepekan ini menjadi bulan-bulanan netizen. Mereka mengecam pembongkaran karya instalasi Getih Getah yang berada tepat di belakang Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia.

Anies dituding melakukan pemborosan. Menggunakan dana APBD dan banyak lagi. Padahal tuduhan itu jauh panggang dari api. Ada juga netizen yang telah menghapus postingannya dan meminta maaf. Mereka sangat terlihat tidak mengerti persoalan dan yang penting menuding.

Padahal karya seniman Joko Avianto itu termasuk kelas dunia. Sejumlah karyanya dari bahan bambu itu di antaranya dipamerkan di Frankfurt, Jerman dan juga Yokohama, Jepang.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Ini Penjelasan Anies soal Karya Instalasi Getih Getah yang Dipersoalkan Netizen 2

Berikut ini penjelasan panjang gubernur Anies:

Kemarin saat berdialog dengan teman-teman jurnalis di Balaikota, banyak yang tanya soal instalasi bambu Getih Getah karya Mas Joko Avianto.

Pertama, instalasi itu memang bagian dari penyambutan acara Asian Games Agustus tahun lalu. Sebagaimana berbagai atribut dan banner yang dipasang di sekitar Senayan dan berbagai wilayah Jakarta, itu semua bukan bersifat permanen. Seselesainya Asian Games maka semua atribut/banner dilepas kembali.

Begitu juga dengan instalasi Bambu ini, dia tidak permanen. Saat itu diproyeksikan bisa bertahan 6 bulan. Ternyata malah bisa tahan lebih lama. Dan, kini memang sudah umurnya untuk diturunkan. Tidak ada yang aneh. Normal-normal saja. Selesai acara ya memang diturunkan.

Kedua, ada yang bertanya soal biaya. Perlu disadari bahwa pengeluaran pemerintah itu beda dengan pengeluaran perusahaan atau pribadi. Pengeluaran pemerintah juga bertujuan menggerakkan perekonomian, meratakan manfaat anggaran untuk orang banyak. Apalagi, jika penerima manfaat itu adalah kelompok-kelompok masyarakat yang jarang menerimanya. Itu prinsip elementer dalam ekonomi makro.

Oleh karena itu, kita secara sengaja memilih instalasi dari bahan bambu agar dana itu menjangkau petani bambu, seniman bambu, dan tenaga kerja terampil di bidang bambu. Jasa angkutan, para tukang yang memasang hingga tukang yang membongkar. Itu semua adalah implikasi dari pilihan material bambu. Ia menggerakkan ekonomi lokal, kecil dan rakyat kebanyakan.

Bambunya pasti bukan impor, petaninya tentu lokal. Dana itu diterima bukan oleh pelaku ekonomi raksasa, tapi justru oleh pelaku ekonomi mikro dan kecil.

Jadi memang di masa yang akan datang Jakarta justru perlu lebih banyak memberikan anggaran untuk para seniman, apalagi jika saat berkarya mereka menggunakan material lokal dan menggerakan ekonomi rakyat kebanyakan.

Ketiga, soal karya seni itu sendiri. Alhamdulillah, syukur tak terhingga banyaknya warga yang sudah menyaksikan, menikmati dan bahkan berswafoto di depan karya seni bambu Getih Getah itu.

Ini Penjelasan Anies soal Karya Instalasi Getih Getah yang Dipersoalkan Netizen 3

Karya bambu yang serupa sudah dipampang di Esplanade (Singapura), Yokohama (Jepang) dan di Frankfurt, Jerman.

Kita senang ada putra bangsa, seorang seniman berkelas, Joko Avianto yang seni bambunya ikut mewarnai salah satu pusat kota Jakarta selama hampir setahun.

Seni bambu karya Joko Avianto itu bukan hanya jadi tamu mempesona di negeri orang, tapi juga tuan rumah di negeri sendiri!

,’;\;\’\’
Tags: Anies BaswedanHetih GetahJoko AviantoSeni Instalasi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.