• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

International Funding BNI Tembus Rp62 Triliun di Semester I 2020

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
International Funding BNI Tembus Rp62 Triliun di Semester I 2020

Kantor pusat BNI di Jakarta. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai bank BUMN yang memiliki jaringan internasional terluas, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mampu menjadi source of international funding bagi pengembangan bisnis perusahaan Indonesia di luar negeri, yang pada akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia.

Pendanaan untuk bisnis internasional yang dapat dihimpun BNI sampai dengan akhir Semester I 2020 mencapai Rp62 triliun.

“Dalam lima tahun terakhir, BNI mencatatkan pertumbuhan international funding sebesar 27,7 persen per tahun (Compounded Annual Growth Rate/CAGR),” jelas Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (16/7/2020).

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Menurut Putrama, pendanaan internasional BNI tersebut selain bersumber dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) para nasabah Kantor BNI Cabang Luar Negeri (KCLN) di enam negara, juga berasal dari kemampuan BNI dalam mengoptimalkan kerja sama dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di seluruh dunia.

Bank – bank Koresponden tersebut membantu BNI dalam menghimpun pendanaan non-konvensional.

“Kerja sama dengan bank-bank koresponden tersebut antara lain dalam bentuk pendanaan Club Deal senilai USD500 juta antara BNI KCLN London dengan beberapa bank di Eropa & Asia. KCLN juga memperoleh fasilitas pendanaan Bankers’ Acceptance, yaitu pendanaan dengan berbasis transaksi Trade Finance, dari bank-bank koresponden di negara dimana KCLN tersebut berada,” ujar Putrama.

Kontribusi KCLN

Selain dari itu, BNI melalui unit International Desk dan KCLN Tokyo memiliki kerja sama dengan 54 Japan Regional Bank (JRB) dimana dalam kerja sama tersebut JRB melakukan penempatan dana di KCLN Tokyo untuk selanjutnya dipergunakan dalam mendanai perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

KCLN Singapore, Hong Kong dan New York juga menjadi anggota (direct participant) dari sistem kliring mata uang SGD, HKD, CNY dan USD.

Hal ini membuat BNI mampu menjadi depository correspondent dan memberikan fasilitas pembayaran lintas negara (cross border payment) bagi bank-bank devisa di Indonesia serta dapat menampung dana valuta asing bagi perbankan Indonesia tersebut.

Khusus KCLN New York juga mencatatkan diri sebagai bank pertama dari Indonesia yang menerbitkan Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit/CD) Global dengan diluncurkannya program Global CD senilai US1 miliar di tahun 2020.

“Program Global CD ini ditujukan kepada investor non-bank sehingga dana yang diperoleh masuk dalam kategori DPK,” jelasnya.

Putrama menambahkan, selain untuk diversifikasi sumber pendanaan bagi BNI, program Global CD juga dapat meningkatkan basis konsumen (customer based) KCLN.  

“Ke depannya, strategi pendanaan di KCLN akan mengutamakan pertumbuhan DPK dengan tetap memperhatikan ketentuan perbankan yang berlaku di Indonesia antara lain terkait Utang Luar Negeri (ULN) Jangka Pendek. Adapun strategi pendanaan non-konvensional akan dilakukan dengan melihat perkembangan kredit dan DPK serta dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar”, tutup Putrama. (AT Network)

Tags: Bank Negara IndonesiaBNIPerbankan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.