• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Italia Buka Lockdown Mulai 3 Juni

by Redaksi Asiatoday
May 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Covid-19, Italia Tutup Total Seluruh Wilayahnya

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte akan membuka pintu perbatasan dan memperbolehkan warga negaranya bepergian secara domestik mulai 3 Juni 2020.

Pemerintah pada Sabtu (16/5/2020), menyatakan warga negara Italia akan diizinkan melakukan mobilitas secara normal. Keputusan tersebut diikuti dengan pembukaan sejumlah bisnis pada 18 Mei 2020.

Portugal, Spanyol, dan Yunani juga melakukan pelonggaran yang sama, mengindikasikan adanya optimisme bahwa periode pemulihan sudah di depan mata.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Keputusan tersebut diumumkan setelah Italia mencatatkan penurunan kematian menjadi 242 pada Jumat (16/5/2020) dari 262 pada hari sebelumnya dan jumlah kasus baru menyentuh level terendah selama empat hari.

Pada saat yang sama, Italia memperbolehkan sektor manufaktur dan konstruksi untuk beroperasi penuh pada awal bulan ini. Pelonggaran juga diberikan pada masyarakat yaitu jogging atau mengunjungi keluarga.

Sebelumnya, pemerintah telah mengguyur stimulus kedua senilai 55 miliar euro (USD59,5 miliar) untuk mengurangi tekanan pandemic terhadap ekonomi. Program itu khusus memberikan likuiditas bagi pebisnis dan rumah tangga yang terdampak krisis ini.

Komisi Uni Eropa memprediksi ekonomi Italia bakal menyusut 9,5 persen pada tahun ini, sedangkan estimasi Bloomberg Economics memproyeksi adanya kontraksi sebesar 13 persen.

Dengan penerimaan pajak yang anjlok dan permintaan yang tinggi terhadap stimulus, utang negara ini akan melonjak lebih dari 150 persen terhadap produk domestik bruto.

Sementara itu, Lombardy yang berada di sekitar Milan, area yang masih masuk zona merah masih belum memperbolehkan toko dan restoran untuk buka. Gubernur Attilio Fontana masih menunggu data lebih detil dari ahli kesehatan, sebelum memutuskan untuk melakukan pelonggaran. (ATN)

Tags: Corona EropaCoronavirusCOVID-19Italia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.