• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Soroti Stabilitas Laut China Selatan dan UU Penjaga Pantai China

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Redam China, Jepang Jadi Poros Konsolidasi Kekuatan AS, India dan Australia

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno Marsudi, Senin (29/3/2021), menyoroti stabilitas di Laut China Selatan (LCS) termasuk pemberlakuan Undang-undang (UU) Penjaga Pantai.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya bertukar pendapat tentang situasi tentang Laut China Selatan (LCS) dan Laut China Timur (LCT).

“Kedua Menlu juga berbagi keprihatinan yang serius terhadap kelanjutan dan penguatan percobaan yang mengubah status-quo secara sepihak dengan menggunakan kekuatan,” demikian dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta yang diterima Selasa (30/3/2021).

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Kedua Menlu mengonfirmasi pentingnya negara-negara untuk berbagi nilai-nilai yang sama seperti Jepang dan Indonesia. Tujuannya, berbagi pemahaman dan memprakarsai terbentuknya ketertiban internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum demi mempertahankan perdamaian, kestabilan, dan kemakmuran di masyarakat internasional.

UU Penjaga Pantai China (Coast Guard Law) diklaim sejumlah pihak termasuk Jepang dan Amerika Serikat (AS) dapat meningkatkan sengketa maritim dan dipakai China untuk menegaskan klaim yang melanggar hukum khususnya di LCT dan LCS.

Isu kawasan lain yang diangkat kedua Menlu dalam pertemuan kemarin yaitu mengenai situasi di Myanmar. Kedua Menlu merujuk perkembangan situasi setelah diadakannya telewicara antara Menteri Luar Negeri Jepang-Indonesia awal bulan ini.

“Menlu Motegi telah mengecam keras situasi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan mencatat jumlah korban jiwa terbesar pada 27 Maret 2021,” tambah Kedubes Jepang.

Menlu Motegi menyambut baik upaya-upaya ASEAN untuk mengatasi situasi di Myanmar dan menyampaikan rasa hormat atas kepemimpinan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menlu Retno menjelaskan tentang komunikasi antara negara-negara ASEAN termasuk Myanmar dan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya. Kedua Menlu telah sepakat untuk melanjutkan kerja sama secara erat demi memperbaiki situasi di Myanmar.

Pertemuan antara Menlu Motegi dan Menlu Retno, yang sedang berkunjung ke Jepang diadakan selama 75 menit mulai pukul 15.35 WIB. Menlu Retno juga akan menyampaikan pernyataan pers terkait kunjungannya ke Tokyo pada Selasa sore. (AT Network)

Tags: Indo PasifikLaut China SelatanLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.