• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Kapal Bertenaga Hidrogen Siap Diproduksi untuk Asia Tahun Depan

by Redaksi Asiatoday
November 2, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapal Bertenaga Hidrogen Siap Diproduksi untuk Asia Tahun Depan

The Energy Observer, sebuah kapal bertenaga hidrogen yang berlayar dari pelabuhan Amsterdam, Belanda pada 20 April 2019. Foto: AFP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berbagai perusahaan dan industri di dunia terus berinovasi dalam upaya menyelamatkan bumi dari pemanasan global yang ditimbulkan oleh emisi karbon. Salah satunya, dengan menciptakan armada transportasi laut yang bebas polusi.

Para pelaku utama industri perkapalan dunia mengatakan, kapal energi zero emission atau nol polusi harus mulai menjadi armada global pada 2030 mendatang. Kapal yang menggunakan bahan bakar hidrogen diharapkan dapat membantu memenuhi target tersebut.

Bahan bakar hidrogen hijau bebas emisi diproses dengan memisahkan hidrogen dan oksigen dari air menggunakan listrik yang diperoleh dari pembangkit energi listrik terbarukan.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Hidrogen memiliki daya tarik bagi pengguna industri, termasuk pemilik kapal dan perusahaan minyak karena kepadatannya jauh lebih kecil dibandingkan bahan bakar lainnya, sehingga membuatnya lebih layak untuk digunakan kapal-kapal dengan pelayaran singkat.

Perusahaan minyak Royal Dutch Shell mengulangi komitmennya pada bulan lalu untuk menggunakan hidrogen yang dianggapnya sebagai energi yang potensial bagi industri kapal, dibandingkan dengan alternatif energi nol polusi lainnya.

Perusahaan pembuat kapal ABB yang bermarkas di Swiss sedang mengembangkan sistem sel hidrogen untuk kapal penumpang dan kargo. Salah satu proyeknya melibatkan pengembangan sistem tenaga dan propulsi berbasis sel untuk kapal yang berlayar di Sungai Rhone, Prancis.

“ABB melihat kapal jarak dekat sebagai pengguna pertama teknologi sel bahan bakar ini,” kata Juha Koskela, presiden Divisi ABB Marine & Ports.

Menurut perkiraan perusahaan manajemen risiko DNV GL, harga bahan bakar hidrogen hijau sekitar 4-8 kali lebih murah dibanding harga bahan bakar fosil.

Harga jenis hidrogen lainnya ada yang lebih murah, tetapi diproduksi menggunakan bahan bakar fosil yang artinya tidak bebas emisi. Hidrogen hijau diperkirakan akan turun harga selama beberapa dekade mendatang karena biaya energi terbarukan dan elektroliser mengalami penurunan.

Christos Chryssakis dari DNV GL mengatakan butuh sekitar 20 tahun untuk membangun infrastruktur pengisian bahan bakar gas alam cair. Prosesnya bisa lebih cepat untuk hidrogen, tetapi dibutuhkan miliaran dolar untuk investasi itu.

Di Norwegia, regulasi dapat mempercepat proses tersebut. Dalam upaya mengurangi polusi udara, mulai tahun 2026 hanya kapal listrik yang diperbolehkan melintasi fjord Norwegia, yang merupakan warisan budaya UNESCO.

Perusahaan perancang dan galangan kapal yang bermarkas di Norwegia, Ulstein, tengah membangun kapal pendukung untuk sektor minyak lepas pantai, yang akan menggunakan hidrogen sebagai salah satu opsi bahan bakar.

“Daripada menunggu infrastruktur bunker hidrogen, kami memilih desain hibrida dalam peti kemas untuk tangki penyimpanan hidrogen,” kata Nick Wessels dari Ulstein.

Perusahaan, kata dia, juga mengerjakan proyek hidrogen terpisah untuk kapal turbin instalasi angin.

Compagnie Maritime Belge (CMB) Belgia telah membuat kapal antar-jemput penumpang bertenaga hidrogen pertama yang berlayar pada tahun 2017.

Kepala Eksekutif CMB Alexander Saverys mengatakan pada tahun depan, perusahaannya akan menyediakan kapal feri tenaga hidrogen untuk Jepang – feri hidrogen pertama di Asia. (Reuters)

Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.