• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Konservasi Mangrove, Indonesia Siap Gandeng Uni Eropa dan Uni Emirat Arab

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konservasi Mangorove Indonesia Menggema di Forum Dunia

Hutan Bakau (Mangrove) Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia tengah memprioritaskan program  konservasi Mangrove sebagai upaya pemulihan kelestarian ekosistem pesisir dan mencegah pemanasan global dan perubahan iklim.

Untuk memperkuat agenda tersebut, Indonesia akan menggalang kerja sama dengan berbagai negara termasuk Uni Eropa (UE) dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Luas Mangrove kita ini, 3,31 juta hektare itu setara 30 persen luas Mangrove dunia atau 42 persen luas Mangrove di Asia saat ini. Indonesia itu yang paling besar. Saya minta Uni Eropa untuk bantu investasi karena investasi untuk konservasi ini sangat besar. Kalau 600.000 hektare kira-kira hampir Rp16 triliun, dengan angka yang besar dampaknya juga akan besar, makanya kita jangan kerja tanggung-tanggung,” jelas Menko Martim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam keterangan Jumat (24/10/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Selain Uni Eropa, Luhut mengatakan akan berupaya menggandeng pemerintah Abu Dhabi.

Luhut mengungkapkan, pemerintah Abu Dhabi hanya memiliki satu spesies mangrove, sementara Indonesia memiliki 126 spesies mangrove.

Sejauh ini kata Luhut, untuk program restorasi mangrove telah disepakati usulan programnya melalui PEN tahun 2021 dari KLHK dalam bentuk kegiatan penanaman mangrove seluas 46.758 hektare di 34 provinsi dan KKP seluas 1.522,91 hektare.

“Jika penanaman bisa mencapai 600.000 hektare dalam 4 tahun ke depan, tentu hal itu akan meningkatkan kepercayaan dunia kepada Indonesia sebagai paru-paru dunia,” imbuhnya.

Menurut Luhut, World Bank sangat mendukung adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pemulihan ekosistem mangrove.

“Program ini akan menunjukan kepada dunia bahwa KLHK kita, KKP kita sangat peduli dengan lingkungan, jadi dunia tidak usah ngajarin kita soal lingkungan,” tegas Luhut. (ATN)

Tags: Climate ChangeKonservasi AlamMangrovePerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.