• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Korban Jiwa akibat Gempa di Turkiye dan Suriah Diperkirakan akan Terus Bertambah

by Redaksi Asiatoday
February 8, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Korban Jiwa akibat Gempa di Turkiye dan Suriah Diperkirakan akan Terus Bertambah

Tim penyelamat mencari korban selamat di antara puing-puing sebuah bangunan yang hancur akibat gempa dahsyat di Kahramanmaras, Turkiye, pada 7 Februari 2023. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, ANKARA – Korban tewas akibat gempa bumi di Turkiye terus bertambah menjadi lebih dari 5.800 orang dan setidaknya 2.470 orang di Suriah.

Lebih dari 36.000 orang luka-luka di kedua negara.

Pihak berwenang mengatakan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah karena operasi penyelamatan terhambat oleh cuaca buruk.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Provinsi Hatay di Turkiye selatan dan Kota Aleppo di Suriah utara melaporkan korban jiwa terbanyak, sementara Lebanon, Israel, dan Siprus juga merasakan getaran gempa tersebut.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di 10 provinsi negara tersebut yang diguncang gempa.

Keputusan tersebut diambil agar aktivitas pencarian dan penyelamatan serta kajian selanjutnya dapat dilakukan dengan cepat.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Suriah pada Selasa yang sama mengecam sanksi Amerika Serikat (AS) karena menghambat pekerjaan kemanusiaan dan operasi penyelamatan di negara yang tercabik perang itu.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Kemenlu Suriah mengatakan bahwa warga Suriah, yang sedang menghadapi bencana gempa bumi, menggali puing-puing dengan tangan kosong atau menggunakan alat paling sederhana karena peralatan untuk memindahkan puing-puing dilarang oleh sanksi AS.

Selain itu, dikatakan juga bahwa warga Suriah juga tidak diberi akses terhadap obat-obatan dan peralatan medis yang dapat membantu mereka menghadapi bahaya dan penyakit. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gempa BumiGempa TurkiSuriahTurkiye
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.