ASIATODAY.ID, YOGYAKARTA – Sebagai pusat kebudayaan terbesar di Indonesia, Kota Gudeg Yogyakarta siap memanjakan para wisatawan dengan berbagai atraksi dan pesona budaya.
Tahun 2020 ini, Yogyakarta menyiapkan 414 agenda budaya yang siap digelar baik di Kota Yogyakarta maupun di sejumlah kabupaten dan kota di daerah itu.
Ratusan agenda budaya itu sangat beragam, mulai dari seni rupa, seni musik, seni tari, seni tradisi klasik, seni tradisi kerakyatan, hingga seni kontemporer.
Selain itu ada upacara adat dan tradisi, tata nilai budaya, pengetahuan dan teknologi, warisan budaya benda, dan warisan budaya tak benda.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aris Eko Nugroho, agenda budaya yang
paling dekat akan digelar pada 14 Januari 2020, yakni budaya Selasa Wagen yang bertepatan dengan agenda Malioboro bebas kendaraan bermotor.
Dalam agenda Selasa Wagen ini akan hadir Panggung Rakyat Dinas Kebudayaan DIY, di area selatan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. Acara ini menampilkan seni pertunjukkan dari sore hingga petang seperti Gredug Rampag Arimbi Soragan, Tari Manunggaling Roso dari Pondok Pesantren Pandanaran, sampai pertunjukan hadroh kontemporer.
Selain agenda budaya, ada agenda wisata khususnya dalam menyambut momen Imlek tahun ini. Yogya kembali akan menggelar Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) pada 2-8 Februari 2020 di Kampung Pecinan Ketandan, Malioboro, Yogyakarta.
Namun sebelum pekan itu digelar, pada 25 Januari 2020 akan lebih dulu digelar pameran benda peninggalan Tionghoa sebagai pengawal agenda PBTY itu.
Seluruh agenda Budaya tersebut yang dilaksanakan setahun itu akan terus diperbaharui informasinya melalui website, media sosial, jaringan radio maupun televisi, serta media lainnya. (ATN)
,’;\;\’\’
