• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Krisis Populasi, Islandia akan Akhiri Perburuan Paus

by Redaksi Asiatoday
February 6, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Populasi, Islandia akan Akhiri Perburuan Paus

Spesies Paus di Islandia. Dok

ASIATODAY.ID, REYKJAVIK – Populasi Paus di lautan yang kian terancam punah membuat Islandia untuk mengakhiri semua perburuan Paus mulai tahun 2024.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Pangan, Pertanian dan Perikanan Svandis Svavarsdottir dalam satu kolom di surat kabar Morgunbladid.

“Ada beberapa pembenaran untuk mengizinkan perburuan paus setelah tahun 2024,” kata menteri seperti dilaporkan RT, Jumat (4/2/2022), seraya menambahkan bahwa, seperti yang terjadi, kemungkinan besar praktik tersebut akan dilarang ketika kuota saat ini berakhir

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Penangkapan paus, yang diizinkan kembali untuk tujuan komersial pada tahun 2006, menjadi kurang dapat dibenarkan secara ekonomi. Setidaknya hanya satu Paus yang terbunuh dalam tiga tahun terakhir.

“Ada beberapa alasan untuk ini, tetapi mungkin penjelasan sederhananya adalah bahwa ada kerugian berkelanjutan (krisis populasi) dari penangkapan ikan jenis ini,” katanya.

Permintaan daging Paus dari Islandia telah turun secara besar-besaran sejak Jepang mengizinkan kembali penangkapan paus pada 2019 setelah menarik diri dari Komisi Penangkapan Paus Internasional (IWC).

Para pemburu paus di Islandia juga diminta untuk pergi lebih jauh untuk berburu makhluk-makhluk itu setelah zona pesisir larangan memancing diperpanjang.

Jarak sosial karena virus corona juga membuat pabrik pengolahan daging paus Islandia tidak dapat beroperasi.

Di tengah kecaman luas terhadap industri ini, Islandia adalah salah satu dari sedikit negara, bersama dengan Norwegia dan Jepang, yang masih mengizinkan perburuan paus komersial.

Tahun 2018 adalah musim perburuan paus penuh terakhir, dengan 146 paus sirip dan enam paus minke terbunuh. (ATN)

Tags: Hiu PausKonservasi LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • Indonesia Yet to Decide 2026 Nickel Output Levels as Market Speculation Grows
  • Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse
  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.