• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

KTT Iklim COP26, DEN Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Energi Bersih

by Redaksi Asiatoday
November 15, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KTT Iklim COP26, DEN Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Energi Bersih

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha (tengah) bersama Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI Mercy Chriesty Barends, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah (kanan), Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo dan anggota DEN di sela kegiatan KTT Iklim COP26 UNFCCC di Glasgow, Skotlandia. Dok DEN

ASIATODAY.ID, GLASGOW – Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan komitmen Indonesia dalam pembangunan rendah karbon dan energi bersih yang sejalan dengan Sustainable Deveopment Goals (SDGs) yaitu affordable & clean energy, climate actions, dan decent work & economic growth.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menegaskan hal itu saat menjadi pembicara pada COP 26 UNFCCC dengan tema Green Economy and Infrastructure Development: A High Call For Urgency.

Forum tersebut juga dihadiri Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI Mercy Chriesty Barends, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah, dan Anggota Parlemen Denmark Ida Auken.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Satya menjelaskan, komitmen Indonesia sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo pada COP26 khususnya sektor energi, fokus pada pengembangan ekosistem mobil listrik, pembangunan PLTS terbesar di Asia Tenggara, penggunaan EBT, serta pengembangan industri berbasis energi bersih termasuk pembangunan salah satu kawasan industri hijau terbesar di dunia, di Kalimantan Utara.

“Hal ini membutuhkan dukungan dan kontribusi internasional dari negara-negara maju dan Indonesia akan terus mendukung climate finance dan inovasinya serta pembiayaan hibrida, green bonds, dan green sukuk,” ujar Satya dikutip dari siaran resmi, Senin (15/11/2021).

Satya menambahkan bahwa pembiayaan iklim dengan pendanaan dari negara maju merupakan game changer dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di negara berkembang dan Indonesia akan dapat berkontribusi lebih cepat terhadap net zero emission.

Satya juga menegaskan bahwa dalam rangka penurunan emisi karbon tidak saja melalui mekanisme green economy tetapi juga blue economy, bagaimana menurunkan karbon dan mensejahterakan rakyat.

DEN memonitor pembangunan infrastruktur ekonomi hijau dengan mengawasi implementasi dari RUED sebagai turunan dari RUEN.

“Untuk itu ke depan perlu diselaraskan dengan tujuan transisi energi menuju net zero emission,” imbuhnya.

Sementara itu, Mercy Chriesty mengungkapkan langkah percepatan dalam pencapaian EBT antara lain dengan melakukan penambahan kapasitas EBT untuk memenuhi permintaan baru tidak hanya yang tercantum dalam RUPTL dan substitusi energi menggunakan teknologi eksisting seperti B30, co-firing, dan pemanfaatan RDF.

Sitti Rohmi menyampaikan zero waste milestone untuk NTB pada tahun 2023 dengan pencapaian target pengurangan 30% dan penanganan 70% melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pengembangan kerjasama pengelolaan sampah, penerapan extended producer responsibility (EPR), dan industrialisasi pengolahan, serta daur ulang sampah.

Ida Auken menjelaskan Denmark melakukan pengembangan energi bersih untuk keberlanjutan hidup manusia dan dirinya mendorong pelaksanaan new green economy untuk mendukung pengembangan EBT di Indonesia. (ATN)

Tags: Dewan EnergiGreen EnergyKTT Iklim COP26
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.