• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Legitimasi Pemerintah Lebanon Digoyang, Demonstran Serbu Kantor Kementerian

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Legitimasi Pemerintah Lebanon Digoyang, Demonstran Serbu Kantor Kementerian

Aksi demonstrasi di Lebanon. Ist

ASIATODAY.ID, BEIRUT – Mosi tidak percaya atau public distrust terhadap pemerintah Lebanon kian menguat usai insiden ledakan dahsyat di Kota Beirut Selasa lalu.

Para demonstran menyerbu sejumlah gedung kementerian di Beirut, Lebanon, sebagai ekspresi kemarahan atas ledakan dahsyat itu yang menewaskan sedikitnya 158 orang.

Aksi penyerbuan ini merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa yang meletus usai ledakan.

RelatedPosts

Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Polisi menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa. Suara tembakan senjata api juga terdengar dari lapangan Martyrs’ Square di ibu kota.

Banyak warga Lebanon marah kepada pemerintah yang dinilai gagal mencegah terjadinya ledakan di sebuah gudang di area pelabuhan Beirut. Ledakan tersebut berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang sudah tersimpan di gudang selama enam tahun.

Meski Pemerintah Lebanon berjanji mencari pihak yang bertanggung jawab atas ledakan, para pedemo tetap terbakar amarah. Sebelum terjadinya ledakan, Lebanon sudah mengalami krisis ekonomi yang diperparah pandemi Covid-19.

Penyerbuan ke sejumlah gedung kementerian dimulai usai sekelompok orang meneriakkan slogan anti-pemerintah. Membakar foto Presiden Lebanon Michel Aoun, mereka menyerukan agar semua gedung kementerian diduduki.

“Semua (gedung kementerian) sudah menjadi milik kami. Polisi ada di luar gerbang. Mereka tidak bisa menghentikan kami,” ujar salah satu pengunjuk rasa bernama Rebecca, kepada kantor berita BBC.

Dari jajaran demonstran di gedung Kementerian Luar Negeri Lebanon, beberapa di antaranya adalah mantan perwira militer. Akses masuk ke Kemenlu Lebanon relatif mudah karena beberapa bagiannya rusak akibat terkena ledakan Selasa lalu.

Media lokal melaporkan, militer Lebanon berhasil mengusir sekelompok pengunjuk rasa dari gedung Kemenlu. Namun, beberapa gedung kementerian lainnya masih diduduki pedemo.

Tayangan televisi memperlihatkan massa yang menerobos masuk ke area kementerian energi dan ekonomi Lebanon. Sekelompok prajurit terlihat berpatroli di berbagai ruas jalan ibu kota dengan mengendarai kendaraan yang dilengkapi senapan mesin. (ATN)

Tags: BeirutLebanonPrayForLebanon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.