• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Laut Natuna Diincar Asing?

by Redaksi Asiatoday
January 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Laut Natuna Diincar Asing?

Patroli TNI Angkatan Laut di Laut Natuna Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Belakangan ini, Natuna menjadi isu sentral. Diskursus publik bergairah setelah kapal-kapal China menginvasi perairan Laut Natuna dengan klaim sebagai wilayah teritorialnya.

Laut Natuna menjadi magnet kuat bagi China dan negara-negara asing lainnya. Tidak jarang, kapal-kapal asing bahkan kerap ditangkap karena beraktivitas ilegal.

Apakah Laut Natuna hanya menyimpan kekayaan ikan semata?

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Pakar Perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistiono mengatakan, wajar saja jika laut Natuna ini banyak diincar dan diperebutkan berbagai negara asing termasuk China. Sebab, wilayah perairan laut Natuna menyimpan banyak kekayaan alam selain perikanan.

Sulistiono menyebutkan, di Natuna ada kekayaan alam berupa cadangan minyak dan gas bumi.

Untuk gas bumi nilainya mencapai 46,96 TSCF (trillion standard cubic feet), sedangkan untuk minyak diperkirakan mencapai 36 juta barel. Adapun produksi hingga saati ini adalah 25 barel per hari.

Potensi lainnya, adalah potensi ekosistem laut. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Wilayah Perairan Perikanan (WPP) 711 Natuna menyimpan potensi 1.143.673 ton ikan.

“Potensi di Natuna melimpah mulai dari perikanan, gas, minyak, pariwisata, pertahanan dan keamanan. Sumber daya yang mahal dan besar, salah satunya gas bumi,” terang Sulistiono saat dihubungi Kamis (09/01/2020).

Sulistiono menjelaskan, jika Indonesia sampai kehilangan wilayah Natuna, maka potensi kehilangan pendapatan negara sangat besar dan tidak terhingga. Belum lagi kerugian yang didapatkan dari harga diri Indonesia di mata dunia, karena ini menyangkut kedaulatan negara.

“Tentu tidak bisa kita bayangkan kerugian Indonesia kalau itu terjadi. Tapi saya percaya, tidak ada satu pikiranpun melepas suatu wilayah manapun,” tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Natuna memang surganya perairan Indonesia karena banyaknya ikan yang berpotensi ekspor dengan nilai yang fantastis.

Seperti Ikan Kerapu hasil pembudidayaan, 6.720 kg ikan diekspor ke Hong Kong, dengan nilai ekspor mencapai USD100.314 atau Rp1,45 miliar pada September 2018. Harga ikan Kerapu berbagai jenis, masing-masing kerapu hybrid Rp85.000 per kg, ikan kerapu tikus Rp800.000 per kg, dan kerapu sunu senilai Rp350.000 per kg.

Ada juga ikan Napoleon yang diekspor ke Hong Kong. Pemerintah menetapkan kuota ekspor sebanyak 40 ribu ekor dengan ukuran lebih dari 1 kg hingga mencapai 3 kg per ekor, masing-masing untuk kuota Natuna sebanyak 30 ribu ekor dan Kepulauan Anambas sebanyak 10 ribu ekor.

Selain itu, Perairan Natuna juga memiliki Lobster yang memiliki nilai ekspor yang tinggi.

Sejak 2016, KKP membangun SKPT Natuna dengan nilai investasi Rp112,2 miliar. SKPT yang resmi beroperasi pada 1 Juni 2017 itu dibangun agar kapal ikan yang beroperasi di perairan Natuna dapat menjual ikannya di sana.

Menurut data, potensi perikanan di Natuna mencapai 1.143.341 ton. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Indonesia vs ChinaKementrian KKPNatunaZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.