ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pasca diterpa bencana gempa bumi dan tsunami tahun lalu, iklim investasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menggeliat. Bahkan saat ini, guyuran investasi kian deras mengalir ke daerah itu. Komisaris Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), Iwan Yunus mengungkapkan hal itu saat mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Hotel Aryaduta di Jakarta, pekan kemarin.
”Setelah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang mendera Palu, seluruh dunia tahu Palu. Banyak tenant yang datang ingin berinvestasi di KEK Palu,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Dewan Nasional KEK, Senin (26/8/2019).
Iwan Yunus tidak menduga akan banyak investor yang tertarik menanamkan modal di KEK Palu pasca terjadinya bencana. Namun pasca bencana, investor baru tahu Palu ternyata berada di pusat Indonesia. Selain itu juga dekat dengan ALKI II yang setiap tahun ada 10.000 kapal yang lewat
KEK Palu didukung dengan keberadaan Pelabuhan Pantoloan yang lautnya memiliki kedalaman18 meter sehingga kapal besar dengan kapasitas di atas 50.000 MT pun bisa bersandar.
Saat ini, beberapa perusahaan dengan nilai investasi cukup besar sudah dalam proses konstruksi di KEK Palu diantaranya, PT Wanhong yang berinvestasi Rp 800 miliar untuk membangun pabrik pengolahan tembaga. Ada juga PT Indomangan Industri yang membangun smelter mangan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun.
Selanjutnya, PT. Sula Kor Energi yang akan membangun pembangkit listrik 33 MW senilai Rp 1,5 triliun. dan PT Hashimoto yang akan membangun Industri Wood Pelet dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun. (AT Network)
,’;\;\’\’
