• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perairan Natuna Diinvasi Kapal Asing Ilegal, KKP Siaga dan Kerahkan Tim

by Redaksi Asiatoday
December 30, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perairan Natuna Diinvasi Kapal Asing Ilegal, KKP Siaga dan Kerahkan Tim

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperketat pengawasan Perairan Natuna. Langkah ini dilakukan menyusul adanya invasi kapal asing yang diduga melakukan aktivitas illegal fishing di perairan natuna.

Dugaan itu menyusul terpantaunya kapal Coast Guard China mengawal kapal ikan asing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). armada kapal ikan Vietnam dan Malaysia yang sempat masuk di ZEEI beberapa hari yang lalu, namun sudah keluar wilayah Indonesia.

Satuan Tugas Pemberantasan dan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera mengambil tindakan untuk menangani kapal asing yang masuk ke wilayah Natuna untuk mencuri ikan.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Menurut Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa, kewenangan penuh pengawasan dan penindakan untuk mengatasi kapal ikan asing masuk ke wilayah Indonesia, saat ini ada di tangan Menteri KKP Edhy Prabowo.

“Saya menyarankan agar ada koordinasi segera antara KKP, TNI AL dan Bakamla untuk menghalau kapal kapal ikan asing yang masuk ke wilayah Indonesia,” terang dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (30/12/2019).

Dia menambahkan, KKP bisa berinisiatif dengan memerintahkan armada kapal pengawas KKP untuk memeriksa kapal ikan asing yang diduga mencuri ikan di perairan Indonesia itu. Pasalnya, Satgas 115 terbilang tak bisa bergerak sebelum ada perintah dari Menteri KKP selaku komandan satuan ini. Lagi pula masa kerja Satgas 115 akan habis di penghujung tahun ini.

“Secara normatif Satgas 115 masih ada sesuai dengan Perpres 115/2015. Tetapi masa tugas personel Satgas keseluruhannya akan berakhir akhir Desember ini,” jelas Achmad.

Sementara itu, Menteri KKP Edhy Prabowo menyebut pihaknya telah memperketat pengawasan di perairan yang terindikasi masuknya kapal ikan asing secara ilegal, termasuk di perairan Natuna.

“Kita sedang melakukan pengawasan terus dengan ketat, tidak hanya sekedar online, kita melakukan dengan fisik,” ujar Edhy di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Edi menegaskan, tim KKP sudah beberapa hari ini ada di wilayah Natuna.

“Kita lakukan secara sinergi dengan TNI AL dan Bakamla (Badan Keamanan Laut),” katanya.

Edhy mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengantisipasi adanya klaim bahwa wilayah yang dimasuki kapal asing tersebut bukan bagian dari Indonesia.

“Karena berhubungan dengan teritorial. Karena ada pihak yang akan mengklaim, kita harus bicara diplomasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan posisi Satuan Tugas Pemberantasan dan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), Edhy menjelaskan bahwa masa tugasnya belum berakhir. “Satgas belum selesai. Satgas dibentuk presiden. Satgas tetap ada,” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kemenlu RIKementrian KKPLindungi LautNatunaSave MarineSave OceanZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.