• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Permintaan Global Lesu Tekan PMI Manufaktur Asia

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konflik Geopolitik tidak Berdampak Terhadap PMI Manufaktur Indonesia

Aktivitas pabrik manufaktur di Indonesia. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri manufaktur di Asia masih tertekan pada bulan Desember 2022 di tengah perlambatan aktivitas akibat permintaan global yang lesu.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (3/1/2022), indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur di sejumlah negara Asia tercatat mengalami kontraksi.

Angka PMI Global S&P Vietnam turun menjadi 46,4 dari 47,4 pada November, level terendah sejak September 2021. Seperti diketahui, angka PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi dari bulan sebelumnya, sedangkan data di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Andrew Harker mengatakan pesanan baru untuk Vietnam juga mencatat kontraksi terburuk sejak September 2021. Sektor manufaktur negara ini rentan terhadap melemahnya pesanan di pasar ekspor utama seperti China, Eropa dan AS.

“Mengamankan pekerjaan baru kemungkinan akan tetap sulit sampai ada peningkatan di pasar negara-negara tersebut. Sejumlah perusahaan memperkirakan permintaan masih lemah dalam jangka pendek,” ungkap Harker.

Sementara itu, PMI Malaysia turun menjadi 47,8 pada bulan Desember dari 47,9, level terendah sejak Agustus 2021.

Di sisi lain, PMI manufaktur Taiwan naik tipis menjadi 44,6 pada bulan Desember dari 41,6 pada bulan sebelumnya. Ini menunjukkan adanya pelonggaran dari tekanan yang sedang berlangsung. Meski begitu, indeks tetap mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.

Direktur Asosiasi Ekonomi S&P Global Market Intelligence Annabel Fiddes mengatakan permintaan dari dalam negeri maupun ekspor terhadap manufaktur Taiwan cenderung lemah.

“Kepercayaan bisnis masih berada di wilayah negatif karena produsen mengantisipasi penurunan output dalam beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.

Perlambatan ekonomi China menjadi perhatian khusus untuk perdagangan di Taiwan. Data PMI Manufaktur Caixin untuk China turun menjadi 49 pada bulan Desember dari 49,4 pada November di tengah penghentian kebijakan ketat Zero Covid secara tiba-tiba.

Rilis PMI dari Caixin sejalan dengan data resmi yang dirilis akhir pekan lalu yang menunjukkan penurunan manufaktur di ekonomi terbesar kedua di dunia itu memburuk pada Desember.

Yang menggembirakan, produsen dalam survei PMI Caixin China menyatakan optimisme yang lebih kuat mengenai prospek tahun 2023.

“Prospek pertumbuhan China telah membaik seiring dengan pembukaan kembali yang semakin cepat. Secara keseluruhan, saat-saat tergelap telah berlalu,” kata Zhou Hao, kepala ekonom Guotai Junan International Holdings.

Dari data yang dirilis hari ini, Filipina menjadi yang menonjol, dengan PMI naik menjadi 53,1 dari 52,7, level tertinggi sejak Juni 2022.

Sementara itu, PMI manufaktur Indonesia berada di level 50,9 pada Desember. Angka itu mengalami kenaikan dari PMI manufaktur November 2022 sebesar 50,3. S&P Global juga mencatat PMI manufaktur Indonesia selama 16 bulan berturut-turut berada di area ekspansi.

Produksi manufaktur Indonesia mengalami ekspansi pada kisaran lebih cepat pada Desember, didorong oleh kenaikan permintaan atas barang-barang produksi dalam negeri.

Namun demikian, kenaikan tersebut utamanya terpusat pada pasar domestik. Pasalnya, permintaan asing kembali turun terbebani kondisi perekonomian dunia yang lesu. Akan tetapi, tingkat penurunan permintaan luar negeri jauh lebih lambat dibandingkan dengan November 2022.

“Data PMI Desember mengarah pada kondisi sektor manufaktur Indonesia yang lebih baik pada akhir tahun 2022. Ekspansi yang lebih cepat pada output dan juga berkurangnya tekanan harga merupakan perbaikan yang diharapkan meski kenaikan produksi dan permintaan masih lemah secara keseluruhan,” kata Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, dalam keterangannya.

Pan melanjutkan bahwa hal itu juga ditopang inflasi yang pada bulan lalu turun ke posisi terendah sejak Mei 2021. Tekanan harga turun ke posisi terendah dalam lebih dari satu setengah tahun, dan kemungkinan akan mendukung kenaikan permintaan pada masa mendatang.

“Terlebih lagi, pertumbuhan terbarukan pada tingkat inventori yang berakar pada kondisi permintaan yang lebih baik, merupakan tanda-tanda titik balik sektor,” lanjutnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia ManufacturingIndustri Manufaktur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.