• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Pertemuan ASEAN MTWG: Indonesia Dukung Dekarbonisasi Sektor Perkapalan

by Redaksi Asiatoday
May 10, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cuaca Ekstrem di Laut Jawa, Ratusan Kapal Terjebak di Tanjung Perak

Kapal-kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendukung penuh program dekarbonisasi di sektor perkapalan dalam Pertemuan ke-44 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) yang digelar di Da Nang, Vietnam pada 9-11 Mei 2023.

Dukungan tersebut diungkapkan oleh Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Kitack Lim dan seluruh anggota ASEAN. Pertemuan tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain terkait dekarbonisasi dan lingkungan maritim.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen IMO meminta Indonesia untuk dapat meningkatkan peran aktifnya dalam Shipping Decarbonisation Program yang akan ditetapkan dalam sidang IMO – MEPC pada Juli 2023.

RelatedPosts

Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge

Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse

Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature

Sejalan dengan hal tersebut, Antoni mengatakan Indonesia memiliki pandangan yang sama dengan IMO terhadap dekarbonisasi.

Pemerintah Indonesia berharap strategi dekarbonisasi akan memberikan manfaat kembali kepada anggota IMO dalam bentuk lain untuk mendukung atau mengisi kesenjangan antara negara anggota yang berkembang dan maju.

Antoni mengatakan strategi tersebut harus mempertimbangkan keragaman negara anggota seperti negara kepulauan, selat tersibuk, serta hal lain yang dicerminkan oleh besarnya arus lalu lintas laut di wilayah tersebut.

Indonesia juga memandang IMO memainkan peran yang penting dalam mengkoordinasikan kerja sama maritim antar negara anggotanya.

“Untuk itu, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sekjen IMO atas kerja keras dan dedikasinya bagi perbaikan sektor maritim global serta kontribusinya dalam meningkatkan kerjasama di bawah kerangka IMO, khususnya di bidang lingkungan dan iklim maritim,” kata Antoni dalam keterangan resminya, Rabu (10/5/2023).

Adapun, dalam pertemuan ini, negara-negara ASEAN diminta untuk menyampaikan informasi terbaru tentang mekanisme koordinasi nasional antara infrastruktur di pelabuhan dan jalan untuk akses yang lebih baik ke pelabuhan.

Terkait hal tersebut, Indonesia menyampaikan Daftar Proyek Strategis Nasional Tahun 2022 di bidang transportasi laut, di antaranya pengembagan Pelabuhan Patimban, New Makassar Port, dan Benoa untuk mendukung Bali Maritime Tourism Hub.

Antoni menuturkan, Indonesia juga terus membahas rute lintas penyeberangan Bitung-Davao/Gensan.

Dia melaporkan, baik pemerintah Indonesia maupun Filipina menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan rute tersebut. Selain itu, Indonesia juga tengah melakukan pekerjaan peningkatan di Pelabuhan Dumai untuk persiapan operasionalisasi RoRo rute Dumai-Melaka.

Antoni mengatakan, pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pelabuhan akan memenuhi standar internasional.

Delegasi Indonesia juga menyampaikan presentasi tentang Inaportnet serta menyampaikan usulan dan kemajuan kerjasama di bidang transportasi, termasuk kerjasama peningkatan capacity building yang telah dilakukan IMO, Jepang, China dan Korea Selatan yang juga hadir pada pertemuan tersebut.

“Melalui ASEAN MTWG, negara-negara Anggota ASEAN akan menjalin kerjasama dengan mitra dialog seperti China, Jepang, dan Republik Korea, serta mitra internasional seperti IMO mengenai kepentingan bersama untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam sektor transportasi laut,” pungkasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ASEAN Maritime TransportDekarbonisasiInternational Maritime OrganizationMaritim Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.