ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pameran Synthesis: Heritage Textile, Artefacts and Jewelery Indonesia-Bulgaria mendapatkan sambutan hangat.
KBRI Sofia, Bulgaria mengundang kalangan diplomatik, pemerintahan, akademisi, dan friends of Indonesia untuk mengunjungi pameran “Synthesis: Heritage Textile, Artefacts and Jewelery Indonesia-Bulgaria”, yaitu pameran berbagai koleksi tekstil nusantara, kerajinan, dan perhiasan kuno Indonesia dalam Museum Sejarah Regional Kota Sofia, Bulgaria. Pameran ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan, sejak 9 Juli 2019 hingga 1 september 2019.
Batik sebagai perhiasan Indonesia yang telah ada sejak peninggalan bersejarah, berhasil mencuri perhatian masyarakat di Bulgaria. Berbarengan dengan dipamerkannya berbagai koleksi tekstil nusantara, kerajinan, dan perhiasan kuno Indonesia dalam Museum Sejarah Regional Kota Sofia, Bulgaria.
Sejumlah koleksi batik diperlihatkan. Di antaranya, koleksi batik bercerita, batik tulis lawas Hokokai, kain Tapis Lampung berbagai perhiasan era Sriwijaya dan Majapahit mulai abad ke-9.

Dipamerkan juga perhiasan Nusantara abad ke-19 dari Sumatera, Bali, Jawa, dan Sumba, serta berbagai kerajinan nusantara mulai dari Tenong Palembang, Topeng Jawa, Wayang Klitik, Wayang kulit Jawa dan Bali, hingga alat musik Papua.
Pameran ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan, sejak 9 Juli 2019 hingga 1 september 2019. Kegiatan yang dikemas dalam judul Synthesis: Heritage Textile, Artefacts and Jewelery Indonesia-Bulgaria, tersebut pun mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.
KBRI Sofia juga mengundang kalangan diplomatik, pemerintahan, akademisi, dan friends of Indonesia untuk mengunjungi pameran tersebut pada tanggal 22 Agustus 2019. Hal ini dalam rangka rangkaian peringatan HUT RI ke-74.
Banyak tamu yang sangat mengapresiasi inisiatif KBRI Sofia dalam memamerkan kekayaan peninggalan sejarah Indonesia sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Mereka kagum dengan koleksi yang dipamerkan.
Para tamu puas karena bisa melihat seperti menyaksikan peradaban dan sejarah kejayaan Indonesia di masa yang lalu. Kekaguman tersebut dilontarkan dalam buku komentar pameran.
Pengunjung juga sangat tertarik dengan koleksi batik bercerita yang di pamerkan, karena mereka dapat mengikuti cerita-cerita folklore, tentang Wali Songo, berbagai kegiatan 17 Agustus. Juga, cerita dunia seperti Red Riding Hood, Flash Gordon, hingga mitologi China dan proses pembuatan batik.
Kesuksesan acara tersebut terselenggara atas dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya, Kantor Walikota Kota Sofia yang menjadikan lokasi museum strategis di pusat Kota Sofia, sehingga ribuan pengunjung sudah menghadiri pameran tersebut sejak awal Juli 2019.
Begitu juga pihak yang menyediakan sebagian besar barang pameran. Yakni, koleksi Duta Besar RI untuk Bulgaria Sofia, ibu Sri Astari Rasjid serta koleksi batik Wakil Ketua Media Group, ibu Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa ibu Rerie, serta ada juga sebagian tekstil dan perhiasan Bulgaria yang dikoleksi Dubes RI Sofia selama penugasannya di Bulgaria.
Terkait peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, KBRI juga melakukan berbagai rangkaian acara. Dilaksanakan upacara memeringati detik-detik proklamasi, serta berbagai lomba untuk dewasa dan anak-anak seperti lomba makan krupuk, kelereng, scarable, dart, voli, bowling, dan tenis meja.

Duta Besar RI di Sofia mengharapkan berbagai rangkaian acara HUT RI ini tidak hanya semakin mendorong rasa nasionalisme warga Indonesia di perantauan. Namun, juga berkontribusi dalam mempopulerkan budaya dan tradisi Indonesia yang kaya dan bermutu tinggi terhadap masyarakat setempat dan dalam lingkup Internasional. (AT Network)
,’;\;\’\’
