• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Puncak Tertinggi Dunia, Gunung Everest Tercemar Mikroplastik

by Redaksi Asiatoday
November 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nepal Larang Penggunaan Plastik di Pegunungan Everest

Wisatawan mendaki Gunung Everest. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia kini dalam kondisi mengkhawatirkan akibat tercemar limbah mikroplastik.

Pencemaran lingkungan itu diungkap oleh Imogen Napper, peneliti dari University of Plymouth. Ia menemukan limbah mikroplastik di setiap sampel salju yang dianalisisnya.

“Gunung Everest adalah tempat yang saya anggap terpencil dan murni namun kini sudah tercemar,” kata Napper dikutip dari Science Alert, Jumat (27/11/2020).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Menurut dia, penemuan ini membuka mata bahwa pencemaran yang terjadi di sekitar Gunung Everest adalah nyata.

Penemuan ini cukup mengejutkan jika mengingat seberapa jauh dan luas mikroplastik telah menyebar, baik di darat maupun di air.

Analis baru terhadap salju dan aliran air ini juga membuat mikroplastik berada di ketinggian tertinggi yang pernah tercatat.

Di setiap sampel salju yang dikumpulkan selama ekspedisi 2019, konsentrasi mikroplastik yang signifikan ditemukan dalam penelitian di laboratorium kemungkinan karena air ini bergerak cepat dan secara teratur terjadi pencairan salju.

Penemuan mikroplastik di Gunung Everest tidak menutup kemungkinan dapat terjadi karena ulah para pendaki mengingat Base Camp Everest sangat tercemar.

Di tempat inilah sebagian besar pendaki menghabiskan waktu, terkadang selama sebulan atau lebih, dan bahkan mereka yang membuang sampah tidak sembarangan mungkin berkontribusi pada masalah tanpa disadari. (ATN)

Tags: EverestMikroplastikPencemaran Lingkungan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.