• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Riset: ASEAN, Kawasan dengan Kesempatan Ekonomi Terbaik

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Riset: ASEAN, Kawasan dengan Kesempatan Ekonomi Terbaik

EU-ASEAN Business Council, badan utama untuk bisnis-bisnis Eropa di ASEAN. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – EU-ASEAN Business Council, badan utama untuk bisnis-bisnis Eropa di ASEAN, merilis hasil Survei Sentimen Bisnis tahunan edisi Keenam. Beberapa poin kunci dari hasil survei tahun 2020 ini meliputi;

56 persen bisnis Uni Eropa mempunyai rencana untuk mengembangkan operasi di kawasan ASEAN. Angka ini sedikit menurun dari 61 persen di tahun 2019 lalu,

74 persen responden yang berdomisili di Indonesia memiliki rencana ekspansi,

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

53 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik, di mana tahun 2019 lalu angka tersebut adalah sebesar 63 persen,

47 persen responden mempertimbangkan kemungkinan penataan kembali rantai pasokan pasca pandemi dengan ASEAN, Eropa, dan Tiongkok sebagai wilayah-wilayah destinasi utama,

73 persen responden berharap para pelaku bisnis dapat mengembangkan tingkat perdagangan dan investasi mereka di ASEAN dalam lima tahun ke depan, menurun dari tahun 2019 lalu yang sebesar 84 persen,

Dari 6 persen di tahun 2019, tahun ini hanya 2 persen responden yang merasa bahwa Integrasi Ekonomi ASEAN mengalami kemajuan cukup pesat,

Sebanyak 4 persen responden berpendapat bahwa prosedur bea cukai ASEAN cepat dan efisien, menurun dari 8 persen tahun lalu,

Menurun dari 78 persen, tahun ini 62 persen responden melaporkan bahwa para pelaku bisnis menghadapi banyak tantangan pada penggunaan rantai pasok yang efisien di ASEAN,

98 persen responden menginginkan Uni Eropa untuk mempercepat negosiasi perjanjian dagang bebas atau FTA dengan ASEAN, serta negara-negara anggotanya. Angka ini mengalami kenaikan dari 96 persen di tahun lalu,

Donald Kanak, Chairman EU-ASEAN Business Council mengatakan, hasil survei tahun ini mengonfirmasikan bahwa ASEAN masih dipandang sebagai kawasan peluang ekonomi terbaik, namun seperti yang sudah diprediksikan selama krisis Covid-19, prospek peningkatan perdagangan dan investasi menunjukan tanda-tanda melemah.

Termasuk ke dalam survei sentimen bisnis tahun ini adalah pertanyaan seputar kawasan-kawasan yang dinilai berpotensi akan menarik lebih banyak jumlah investasi pada rantai pasokan pada era pasca Covid-19.

ASEAN berada di posisi teratas, namun selain itu kawasan Eropa dan Tiongkok dinilai memiliki potensi yang serupa.

“Hampir setengah dari responden mengharapkan adanya penataan ulang rantai pasok setelah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya membuat hal-hal yang perlu diselesaikan dalam integrasi ekonomi ASEAN dan kemajuan dalam fasilitas perdagangan menjadi sangat penting demi pemulihan ekonomi ASEAN dari keterpurukan ekonomi,” jelas Donald Kanak melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2020).

Menurut Donald, hasil survei membawa pesan yang sangat jelas, bahwa pelaksanaan Integrasi Ekonomi ASEAN saat ini sedang berada dalam masa jeda.

Oleh karenanya, penting bahwa ASEAN, termasuk dengan para negara anggotanya perlu mempercepat langkah mereka agar bisa mencapai poin-poin komitmen yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025.

“Saat ini, kalangan pebisnis Eropa sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis agar sesuai dengan kondisi lingkungan lokal ketimbang menunggu adanya kemajuan yang substansial dari integrasi ekonomi kawasan,” paparnya.

Lebih lanjut, para pelaku bisnis Eropa juga khawatir mengenai kurangnya perkembangan FTA (Perjanjian Dagang Bebas) lebih lanjut dalam kawasan ASEAN, terutama pembicaraan panjang mengenai FTA antar kawasan (Uni Eropa dan ASEAN)  yang dinilai lebih memberikan banyak keuntungan daripada FTA bilateral. 

“Secara nyata, para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,“ tutup Chris Humphrey, Executive Director EU-ASEAN Business Council. (AT Network)

Tags: Asean EconomicAsean TradeAsia BusinessAsia EropaAsia InvestEU-ASEAN Business Council
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.