• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Riset: Ilmuwan Temukan 5.500 Virus Baru di Lautan

by Redaksi Asiatoday
April 10, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Riset: Ilmuwan Temukan 5.500 Virus Baru di Lautan

Plastic waste pollutes the ocean. Doc

ASIATODAY.ID, OHIO – Kondisi lautan di planet bumi kian mengkhawatirkan.

Pasalnya, para ilmuwan Ohio State University telah menemukan lebih dari 5.500 virus baru yang tersembunyi di lautan.

Temuan itu telah diterbitkan oleh tim peneliti internasional di jurnal Science.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tim menyatakan telah mencapai kemajuan penelitian dengan menggunakan analisis pembelajaran mesin bersama dengan pohon evolusi tradisional untuk menilai sekitar 35.000 sampel air dari seluruh dunia.

“Saat virus DNA diketahui berlimpah, beragam, dan umumnya merupakan pemain ekosistem utama, virus RNA kurang dipelajari di luar pengaturan penyakit,” demikian ringkasan abstrak laporan tersebut, dikutip RT, Jumat (8/4/2022).

Kelompok peneliti ini secara khusus mencari virus baru yang mengandung materi genetik RNA.

Peneliti menyatakan bahwa komunitas ilmiah hanya memahami sedikit tentang jenis virus ini ketika datang ke dunia yang lebih luas.

“Menggunakan pendekatan baru untuk mengoptimalkan penemuan dan klasifikasi, kami mengidentifikasi virus RNA yang memerlukan revisi substantif taksonomi (menggandakan filum dan menambahkan lebih dari 50% kelas baru) dan pemahaman evolusi,” tambah laporan itu.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa koleksi paling melimpah dari spesies baru yang diidentifikasi termasuk dalam klasifikasi yang sama sekali baru, atau filum, yang oleh para ilmuwan telah diusulkan untuk dijuluki “Taraviricota,” sebagai anggukan pada sumber 35.000 sampel air, The Tara Oceans Consortium.

“Ada begitu banyak keragaman baru di sini – dan seluruh filum, Taraviricota, ditemukan di seluruh lautan, yang menunjukkan bahwa mereka penting secara ekologis,” kata peneliti utama studi tersebut, Matthew Sullivan, dari Ohio State University.

Para ilmuwan mengatakan bahwa filum “Taraviricota” yang baru ditemukan, yang mungkin merupakan mata rantai yang hilang dalam evolusi virus RNA awal sejak miliaran tahun lalu, dan filum baru lainnya, “Arctiviricot,” sangat tersebar luas dan dominan di lautan.

Menurut ilmuwan, penelitian spesies baru ini akan “memberikan pengetahuan dasar yang penting untuk mengintegrasikan virus RNA ke dalam model ekologi dan epidemiologi.” (ATN)

Tags: Konservasi LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.