• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

‘Saatnya Diplomasi ASEAN Libatkan Masyarakat Sipil’

by Redaksi Asiatoday
May 11, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
‘Saatnya Diplomasi ASEAN Libatkan Masyarakat Sipil’

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel. Dok

ASIATODAY.ID, LABUAN BAJO – Diplomasi ASEAN sudah saatnya untuk berbenah. Demi mewujudkan sentralitas dan kesatuan ASEAN, diplomasi tidak bisa hanya mengandalkan elemen eksekutif dan legislatif saja untuk saling berkolaborasi.

Karena itu, elemen antar masyarakat sipil (people to people contact) harus turut dilibatkan. Elemen ini penting lantaran berpotensi menciptakan diplomasi yang inklusif, sehingga implementasi solusi bisa terlaksana efektif.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menegaskan hal itu usai memimpin pertemuan bilateral dengan sejumlah perwakilan parlemen se-ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/5/2023).

RelatedPosts

Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain

ASEAN Pushes Myanmar Peace Process

ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific

Gobel sepakat, baik pemerintah, parlemen, dan masyarakat, juga harus saling mendukung agar mampu menghadapi krisis yang kini terjadi di kawasan ASEAN.

“Pasca pandemi Covid-19, suasana geopolitik dunia menajam, perubahan iklim yang ekstrem, menciptakan masalah krisis pangan. Nah, ini harus kita sikapi bersama,” jelas Gobel.

Menurut Gobel, dukungan tersebut juga perlu dipercepat dengan unsur teknologi di dalamnya. Sehingga perubahan yang diharapkan bisa lebih berdampak di berbagai lini.

Sebagai contoh, percepatan pengembangan teknologi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan.

“Masing-masing negara memiliki keunggulan. Begitu pula, teknologi-teknologi yang dimiliki oleh masing-masing negara. Maka, harus kita bisa pelajari dan kita adopsi untuk segera mengisi di mana yang kita masih kurang, jadi kita sempurnakan,” imbuhnya.

Gobel menegaskan kembali bahwa parlemen sebagai wakil rakyat harus memaksimalkan diplomasi, yang mana tugas tersebut melekat dalam parlemen.

“Kita harus lebih perkuat bukan hanya government to goverment tapi juga dengan people to people untuk memaksimalkan apa yang kita usahakan,” ujarnya.

Sebagai informasi, usai menghadiri agenda ASEAN-AIPA Leaders’ Interface Meeting pada Rabu (10/5/2023), Rachmat Gobel mewakili DPR menggelar pertemuan bilateral dengan perwakilan parlemen negara Vietnam, Singapura, dan Thailand secara bergantian. Selama acara tersebut, dirinya didampingi oleh Wakil BKSAP DPR Achmad Hafisz Thohir, Wakil BKSAP DPR Gilang Dhierafararez dan Anggota Komisi IV Julie Sutrisno. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: AseanKTT ASEANRachmat Gobel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.