• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 10, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

SEAISI: Ekspor Baja Setengah Jadi Indonesia ke China Tembus 3 Juta Ton

by Redaksi Asiatoday
March 27, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD5 Miliar, Kawasan Industri Morowali Catat Ekspor USD4 Miliar ke AS dan China

Aktivitas di pelabuhan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Institut Besi dan Baja Asia Tenggara (SEAISI) mencatat ekspor produk baja setengah jadi Indonesia ke China capai 3 juta ton pada 2021.

Tonase itu menyumbang 22 persen dari total impor baja setengah jadi China sepanjang 2021 dan menjadikan Indonesia pemasok terbesar barang-barang ini.

Proporsi Indonesia meningkat signifikan dari hanya 10 persen pada 2020.

RelatedPosts

Indonesia’s IPO Wave Signals New Investor Confidence

Indonesia Expands Industrial Footprint in Eurasia with Seven New Strategic Partnerships

Indonesia Deepens Japan Startup Partnership with US$100 Million Venture Fund

“Ekspor produk setengah jadi Indonesia ke China sebagian besar adalah slab, dan slab stainless dengan beberapa slab karbon,” kata seorang pejabat SEAISI, Minggu (27/3/2022).

Produk-produk tersebut sebagian besar dipasok oleh PT Dexin Steel Indonesia.

Dexin Steel merupakan produsen baja yang diinvestasikan oleh China di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Perusahaan ini merupakan patungan antara Delong Holding Limited (Delong Holding), konglomerat baja yang berkantor pusat di Beijing China Utara, dan Tsingshan Group, produsen baja stainless dan baja karbon utama dengan pabrik baja di China dan Indonesia.

Statistik Bea Cukai China juga mencatat di antara total 3 juta ton yang berlayar dari Indonesia tahun lalu, sekitar 97.000 ton adalah lempengan tahan karat, 1,2 juta dalam bentuk semi tahan karat lainnya, sekitar 422.400 ton berupa lempengan karbon dan 1,3 juta ton karbon billet.

Sementara itu, impor produk baja setengah jadi China, termasuk baja karbon dan baja paduan mengalami penurunan sebesar 25 persen tahun lalu dari rekor tertinggi 2020 yang mencapai 13,7 juta ton.

Capaian angka 2021 masih merupakan rekor tertinggi kedua setelah 2020 yang mencerminkan upaya pemerintah menekan produksi besi dan baja dari pabrikan dalam negeri untuk memenuhi target iklim Presiden Xi Jinping.

Efektif mulai 1 Mei 2021, Komisi Tarif Bea Cukai China menghapus semua tarif impor produk baja setengah jadi seperti billet, slab, dan bloom yang sebelumnya mencapai 2 persen untuk negara-negara non-ASEAN.

Langkah itu menyebabkan impor baja setengah jadi meroket melewati 1 juta ton pada bulan itu. (ATN)

Tags: Ekspor BajaIMIP MorowaliKerjasama Indonesia-ChinaSEAISI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia and India Join Forces to Preserve UNESCO World Heritage Prambanan Temple
  • ASEAN Intensifies Regional Fight Against El Niño and Transboundary Haze
  • Indonesia Launches Midwifery Reform to Cut Maternal Deaths
  • Indonesia Launches B50 Biodiesel Mandate to Boost Energy Security
  • Indonesia Unites 28 Nations at IISAR 2026 to Advance Global Search and Rescue Innovation
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.