• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Siklus Baru, Investasi Properti di Asia Pasifik Diproyeksi Tumbuh 20 Persen pada 2021

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ASIA Kini Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Dunia

Pertumbuhan investasi property di Asia Pasific. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konsultan properti Jonas Lang LaSalle memproyeksikan volume investasi properti di Asia Pasifik akan tumbuh sebesar 15 persen hingga 20 persen pada 2021. Pertumbuhan itu didorong oleh minat investor terhadap aset dengan pendapatan yang stabil.

Selain itu, diproyeksikan adanya peningkatan minat investor terhadap aset logistik, pusat data, rumah vertikal atau tempat tinggal yang disewakan.

Investasi di sektor hotel, ritel, dan perkantoran juga akan meningkat pesat pada 2021 bersamaan dengan dimulainya kembali rencana bisnis di tengah momentum pemulihan ekonomi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut CEO JLL Asia Pacific Anthony Couse, berbagai peristiwa tahun ini akan menjadikan 2021 sebagai awal siklus properti yang baru di Asia Pasifik.

“Pergeseran minat investor ditambah meningkatnya permintaan akan ruang yang ramah lingkungan menjadi prioritas strategis yang lebih penting di dunia pascapandemi,” jelasnya melalui  laporan tertulis dikutip, Selasa (29/12/2020).

Sementara negara dengan likuiditas kuat akan tetap menarik bagi sebagian besar investasi domestik dan mancanegara, menyusul pemulihan yang mulai terlihat pada kuartal ketiga 2020.

Jepang, China dan Korea Selatan berkontribusi sebesar tiga perempat dari keseluruhan aktivitas transaksi pada 2020, didorong oleh penanganan virus yang efektif, kinerja ekonomi yang tangguh, dan sumber modal domestik yang kuat.

JLL memproyeksi bahwa aktivitas investasi akan terakselerasi di negara-negara tersebut, melampaui ekonomi regional lainnya. Sementara volume transaksi langsung properti komersial turun 28 persen antara kuartal pertama dan ketiga di 2020, laju penurunan ini melambat setelah paruh pertama.

Menurut JLL , tingkat bunga pinjaman dan pendapatan yang rendah akan semakin memperkuat daya tarik penghasilan yang tinggi dan pertumbuhan aset yang rendah.

Investor nampaknya akan berfokus pada pemasukan secara tunai, di mana sektor logistik seharusnya mengungguli sektor perkantoran di sebagian besar pasar Asia Pasifik.

Pertumbuhan investasi pada properti seperti aset yang disewakan juga akan naik tahun depan, didorong oleh generasi baru penyewa properti, dukungan kebijakan pemerintah, dan tingkat bunga pinjaman rendah yang telah menurunkan pemasukan properti di sejumlah kota di Asia Pasifik.

CEO Capital Markets Asia Pacific JLL Stuart Crow mengatakan kenaikan jumlah transaksi di bulan-bulan terakhir tahun ini akan berlanjut pada 2021, didorong oleh komitmen para investor untuk meningkatkan eksposur terhadap sektor real estate di Asia Pasifik.

“Dalam jangka waktu ke depan, prospek investasi akan tetap positif di tengah rendahnya tingkat suku bunga pinjaman, likuiditas yang berlebih, dan keinginan untuk mengejar keuntungan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia PropertyIndustri PropertyInvestasi PropertiJLL
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.