• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Stop Emisi, Mitsui akan Tinggalkan Industri Batu Bara dan Beralih ke Energi Hijau

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Stop Emisi, Mitsui akan Tinggalkan Industri Batu Bara dan Beralih ke Energi Hijau

Kantor Mitsui & Co. Ltd. di Tokyo, Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Mitsui & Co. Ltd. siap meninggalkan industri batu bara dan beralih ke bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Mitsui bahkan dilaporkan akan menjual sisa saham kepemilikannya di pembangkit listrik tenaga batu bara pada akhir dekade ini karena beralih ke gas untuk membantu mencapai target nol emisi pada 2050.

“Kami masih memiliki saham di sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia, China, Malaysia, dan Maroko, tetapi tujuan kami adalah menjadikannya nol emisi pada 2030,” kata CEO Mitsui Tatsuo Yasunaga dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Jumat (9/10/2020), dikutip dari businesstimes.com.sg, Senin (12/10/2020).

RelatedPosts

World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

Pernyataan tersebut—yang pertama bagi Mitsui untuk menjual pembangkit listrik berbahan bakar batu bara—muncul ketika perusahaan-perusahaan di seluruh dunia beralih dari batu bara untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang berbahaya dan memperlambat perubahan iklim.

Mitsui yang menghasilkan sekitar dua pertiga keuntungan dari energi dan logam, juga beralih dari minyak.

“Dengan krisis Covid-19, kami telah menunda investasi dalam beberapa kesepakatan hulu minyak, tetapi proyek gas alam cair kami berjalan sesuai dengan rencana,” katanya.

Melalui kepemilikan ekuitas, aset energi Mitsui terdiri atas 78.000 barel per hari (bpd) minyak mentah dan 181.000 bpd gas yang diukur dalam ekuivalen minyak.

Menurut Yasunaga, rasio minyak mentah Mitsui akan turun pada 2030 karena jadwal peluncuran proyek LNG sekitar empat tahun lagi di Mozambik dan Arktik Rusia.

Sebelumnya, perusahaan manufaktur asal Jepang itu disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk melakukan divestasi saham mayoritasnya di PT Paiton Energy.

Melansir Bloomberg, Mitsui bekerja dengan seorang penasihat untuk membahas potensi divestasi 45,5 persen daham di salah satu produsen listrik swasta terbesar di Indonesia ini, menurut salah seorang sumber yang mengetahui rencana ini.

Kesepakatan tersebut diperkirakan bernilai lebih dari USD1 miliar. Meskipun Mitsui belum memulai proses penjualan formal, tetapi perusahaan mulai menarik minat dari calon pembeli, termasuk produsen listrik regional. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen EnergyMitsui
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.