• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Thailand Dorong Agar Ganja Jadi Penghasil Uang Utama Petani

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Menentang Keputusan PBB Menghapus Ganja dari Obat Berbahaya

Tanaman Ganja. Dok

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Untuk mencegah peredaran ilegal dan penyelundupan tanaman ganja, Pemerintah Thailand mendorong petani setempat untuk menanam ganja.

Pemerintah negeri itu mendorong tanaman ini sebagai penghail uang utama bagi petani.

Namun penggunaan ganja ini tidak sepenuhnya, tetapi hanya boleh digunakan selama bermitra dengan rumah sakit untuk tujuan pengobatan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Pemerintah berharap ganja dan rami (varietas lain dari cannabis) akan menjadi tanaman komersial utama bagi petani,” ujar Wakil Juru Bicara Pemerintah Traisulee Traisoranakul, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (22/2/2021).

Akhir tahun lalu, Thailand menghapus bagian tertentu dari ganja dari daftar narkotika. Bagian tanaman dengan jumlah komponen psikoaktif tetrahydrocannabinol, atau THC yang tinggi masih diklasifikasikan sebagai narkotika Kategori 5.

“Sejauh ini, 2.500 rumah tangga di Thailand dan 251 rumah sakit provinsi telah secara legal menanam 15.000 tanaman ganja. Mereka yang tertarik menanam ganja harus meminta persetujuan dari pihak berwenang,” terang Traisoranakul.

“Universitas, perusahaan komunitas, dan industri medis dapat memperoleh lisensi untuk menanam ganja. Setiap orang berhak menanam ganja dengan bermitra dengan rumah sakit provinsi untuk penggunaan medis,” tegasnya.

Dengan deklasifikasi bagian ganja tertentu, tanaman dapat digunakan dalam makanan dan minuman di restoran. Selama beberapa bulan terakhir, beberapa kafe dan restoran mulai menawarkan hidangan yang dibuat dengan daun ganja.

Menurut Traisoranakul, ganja yang digunakan dalam makanan berasal dari produsen yang disetujui. Dia mengatakan Medical Marijuana Institute akan mengadakan sesi informasi bulan depan.

Produsen obat negara, Government Pharmaceutical Organisation mengatakan, akan membeli ganja dari perusahaan komunitas yang disetujui hingga 45.000 baht atau Rp21,1 juta per kilogram untuk tanaman yang mengandung 12% cannabidiol. (ATN)

Tags: Industri GanjaTanaman ObatThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.