• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Turun 11 Persen, Pendapatan Adaro Kuartal I Masih Tembus Rp11,25 Triliun

by Redaksi Asiatoday
May 19, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Turun 11 Persen, Pendapatan Adaro Kuartal I Masih Tembus Rp11,25 Triliun

Pengangkutan batu bara PT Adaro Energy Tbk. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk mencatat penurunan pendapatan sebesar 11 persen pada kuartal I-2020.

Pendapatan pada periode ini hanya USD750 juta atau setara Rp11,25 triliun. Sementara kuartal I-2019 bisa mencapai USD846 juta atau setara Rp12 triliun.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir mengatakan penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata batu bara sebesar 17 persen.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Harga batu bara cukup tertekan oleh penurunan permintaan akibat melemahnya ekonomi global karena penerapan karantina wilayah (lockdown) terkait covid-19. Hal tersebut berdampak pada kedua segmen batu bara termal dan metalurgi di operasi pertambangan batu bara Adaro Energy.

“Kinerja kami di kuartal I-2020 merupakan refleksi keunggulan operasional aset batu bara yang utama dengan tercapainya volume produksi yang tinggi di tengah kondisi pasar yang sulit. Pada waktu yang penuh tantangan bagi ekonomi dan pasar batu bara global ini, kami senantiasa meningkatkan efisiensi, memastikan disiplin pengeluaran dan menjaga posisi keuangan yang sehat,” jelas Garibaldi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Meski begitu, peningkatakan produksi batu bara pada kuartal I-2019 naik sebesar 5 persen (year on year/yoy) menjadi 14,41 juta ton. Sementara volume penjualan naik delapan persen (yoy) menjadi 14,39 juta ton.

Di sisi lain, emiten tambang berkode ADRO ini juga mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5 persen menjadi USD552 juta. Penurunan beban pokok pendapatan ini dikarenakan penurunan nisbah kupas.

Menurut Garibaldi, perusahaan memang telah mengantisipasi kondisi saat ini dengan menurunkan panduan untuk nisbah kupas tahunan menjadi 4,3 kali.

Adaro juga mencatat penurunan sebesar sembilan persen (yoy) untuk pos beban usaha.

Tercatat pada kuartal I-2020 pos beban usaha hanya USD62 juta. Penrunan ini terjadi karena penurunan beban penjualan dan pemasaran serta penurunan beban umum dan administrasi.

Dengan capaian ini, perusahaan mencatat EBITDA operasional di kuartal I-2020 mencapai USD265 juta, atau turun 18 persen (yoy). Sementara marjin EBITDA operasional tetap sehat pada posisi 35 persen.

Adapun laba bersih Adaro kuartal I-2020 sebesar USD136 juta atau turun 19 persen dibandingkan kuartal I-2019. Hingga kuartal I-2020, Adaro mencatat total aset sebesar USD6,92 miliar dan kas sebesar USD1,25 miliar.

“Model bisnis yang terintegrasi dan efisien telah terbukti sukses dalam menghadapi siklus batu bara dan pilar-pilar non batu bara akan terus memberikan kontribusi yang stabil kepada Adaro Energy serta menjadi penyeimbang volatilitas batu bara,” tuturnya. (AT Network)

Tags: Adaro EnergyIndustri Batu BaraTambang Batu BaraTambang Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.