• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Vale Dukung Penuh Pengembangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
May 10, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belum Bangun Smelter, PT Vale Diminta Hengkang dari Kolaka

PT Vale Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mendukung penuh pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

CEO INCO Febriany Eddy mengatakan, salah satu proyek yang akan menjadi pendukung rencana Pemerintah Indonesia pada proyek kendaraan listrik adalah Proyek smelter nikel Pomalaa, yang akan digarap bersama perusahaan asal China, Shejiang Huayou Cobalt Company (Huayou).

Menurut Febri, proyek tersebut sudah mendapatkan berbagai perizinan kunci, namun secara keseluruhan belum tuntas.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Sejauh ini progresnya bagus. Ada perubahan besar dalam beberapa periode ini dan itu bisa kita percepat. Izin utama seperti AMDAL dan lainnya sudah selesai, namun masih ada beberapa lagi. Kami melihat komitmen pemerintah juga sangat baik,” ujar Febri, dikutip Selasa (10/5/2022).

Febri menjelaskan, Vale memiliki modal bagus dengan sumber daya nikel yang cukup banyak untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“Penekanan Vale, harus ada keseimbangan antara lingkungan dan sosial. Kita tau, mobil listrik hadir dari adanya climate change. Karena itu, kita harus mendukung langkah itu. Smelter nikel kami di Pomalaa akan menggunakan energi terbarukan,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi Vale dan Huayou, nantinya proyek nikel di Pomalaa akan mampu memproduksi nikel hingga 120.000 ton per tahun. Jumlah ini lebih besar tiga kali lipat dari dengan kerjasama sebelumnya, bersama dengan Sumitomo sebesar 40.000 ton per tahun.

Bersama dengan Huayou, Febri juga mengatakan proyek akan bisa berjalan lebih cepat dan lebih efisien. Pasalnya, Huayou sudah punya pengalaman dalam proyek serupa.

Kontruksi proyek Pomalaa juga ditargetkan dapat selesai dalam waktu tiga tahun dan dapat beroperasi secara bertahap.

Dalam kerja sama ini, Huayou akan membangun dan melaksanakan Proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Pomalaa, dan Vale akan memiliki hak untuk mengakuisisi hingga 30 persen saham Proyek HPAL Pomalaa tersebut.

Pada proyek ini, Vale juga berkomitmen untuk meminimalkan jejak karbon proyek dengan tidak menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara.

Pada kuartal I/2022 sendiri, volume produksi nikel dan matte perusahaan tercatat turun menjadi 13.827 ton pada kuartal I/2022, dari 17.015 ton pada kuartal IV/2021 dan 15.198 ton pada kuartal I/2021. Volume penjualan juga turun menjadi 13.486 ton dibandingkan dengan volume pada kuartal I/2021 sebesar 14.847 ton.

Meski demikian, harga realisasi rata-rata meningkat menjadi US$17,432/ton sepanjang kuartal I/2022. Sementara pada kuartal I/2021 harga realisasi rata-rata adalah US$13.912/ton.

“Meskipun produksi lebih rendah karena sedang berlangsungnya pembangunan kembali tanur listrik 4, kami mampu menghasilkan EBITDA yang lebih tinggi, laba yang lebih tinggi, dan saldo kas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” kata Febriany melalui keterangan resmi, Selasa (10/5/2022).

Vale mencatat pendapatan sebesar US$235,1 juta pada kuartal I/2022 atau turun 12 persen dibandingkan dengan pendapatan kuartal IV/2021 US$266,7 juta. Sementara itu, beban pokok pendapatan INCO turun 29 persen dari US$201,0 juta pada kuartal IV/2021 menjadi US$142,3 juta pada kuartal I/2022, sejalan dengan penurunan volume produksi pada kuartal pertama tahun ini. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndustri Kendaraan ListrikPT Vale Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.