• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Wisatawan Asia, Eropa, AS dan Timur Tengah Belum Diizinkan Masuk Indonesia

by Redaksi Asiatoday
August 16, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rp210 Triliun Pendapatan BUMN Indonesia, 76 Persen Dihasilkan 15 Perusahaan

Menteri BUMN, Erick Thohir. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai salah satu negara tujuan wisatawan dunia, Indonesia memahami besarnya keinginan para wisatawan untuk menikmati pesona Indonesia.

Namun para wisatawan dari Asia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah harus bersabar untuk sementara waktu.

Pasalnya, pemerintah Indonesia belum mengizinkan wisatawan mancanegara untuk masuk ke Indonesia, setidaknya hingga akhir tahun 2020.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, penundaan ini bukan tanpa alasan sebab dengan ketersediaan obat atau vaksin Covid-19 yang belum dapat dipastikan, pemerintah tidak ingin mengambil risiko munculnya kluster penularan baru.

Menurut Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu, untuk sementara pembukaan pariwisata untuk wisatawan asing masih ditinjau.

Erick menekankan imunisasai vaksin Covid-19 diperkirakan baru akan tersedia sekitar tahun depan.

“Bukan berarti kita anti wisatawan asing, jangan sampai program ini dibuka lalu terjadi klaster baru. Yang tadinya daerah sudah zona hijau tiba-tiba jadi hitam lagi,” kata Erick saat webinar Forum Merdeka Barat 9 bertajuk ‘Optimis Bangkit dari Pandemi’, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Erick, langkah pemerintah membuka kembali pariwisata untuk wisatawan lokal bukan berarti pemerintah mengenyampingkan risiko penyebaran virus kluster domestik.

Pelonggaran pembatasan sosial saat ini tetap dengan penerapan protokol yang ketat, seperti yang sudah ditentukan dalam protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, khususnya bagi para pelaku usaha maupun konsumen di sektor pariwisata.

“Kita tidak mau progress yang baik, hasil kerja keras tim Indonesia Sehat, harus mengulang dari titik 0 karena ada klaster baru. Pada prinsipnya kita mendukung tapi harus ada koordinasi yang tepat. Ini juga bukan berarti kita tidak memastikan keamanan wisata lokal. Boleh berwisata tapi protokol kesehatan harus dijalankan,” tegas Erick.

Untuk saat ini, wisatawan domestik lebih didorong untuk menikmati pariwisata dalam negeri bersamaan dengan prioritas pembangunan destinasi wisata lokal.

Sebelumnya, tahapan pemulihan sektor pariwisata dilakukan pertama kali di Bali, sebagai barometer pariwisata Indonesia, pada 9 Juli 2020 dengan membuka aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas.

Untuk tahap kedua akan dilakukan pada 31 Juli 2020, aktivitas pariwisata dibuka namun hanya untuk wisatawan nusantara.

Selanjutnya untuk tahap ketiga, direncanakan akan dilakukan pada 11 September 2020 dengan membuka sektor pariwisata secara penuh dan sudah mulai membuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara. (ATN)

Tags: Erick ThohirPariwisata IndonesiaWisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.