• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Optimis Resesi Ekonomi Asia Pulih pada 2021

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertumbuhan Ekonomi Negara di Asia Diproyeksi Membaik Tahun 2020

Kantor Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, MANILA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mengatakan pandemi Covid-19 telah mendorong ekonomi berkembang di kawasan Asia ke dalam resesi.

Situasi ini pertama kalinya dalam enam dekade ‘Developing Asia’, sebutan yang mencakup 45 negara, mengalami kemerosotan regional.

Menurut ADB, ekonomi negara berkembang Asia akan menyusut 0,7 persen pada 2020. Tetapi kawasan itu diperkirakan akan pulih dengan cepat dan kuat pada 2021, dengan pertumbuhan 6,8 persen tahun depan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Laporan dari Asian Development Outlook menunjukkan sekitar tiga perempat dari ekonomi kawasan diperkirakan merosot tahun ini.

Laporan ini merevisi proyeksi sebelumnya dari pertumbuhan 0,1 persen dalam produk domestik bruto (PDB) kawasan itu untuk tahun 2020.

“Sebagian besar ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik dapat memperkirakan jalur pertumbuhan yang sulit untuk sisa tahun 2020,” kata kepala ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Rabu (16/9/2020).

Penilaian ADB membuat bank sejalan dengan Dana Moneter Internasional (IMF), yang membuat prediksi serupa awal tahun ini.

Asia Selatan kemungkinan akan terkena dampak paling parah, sementara China akan melawan tren. Ekonomi India diperkirakan akan berkontraksi 9 persen tahun ini, sementara pertumbuhan China diperkirakan 1,8 persen. Asia Tenggara kemungkinan akan mengalami penurunan 3,8 persen.

Ekonomi negara-negara pulau yang bergantung pada pariwisata khususnya, telah mengalami kontraksi ekonomi yang memilukan. Ekonomi Fiji diperkirakan akan menyusut sebesar 19,5 persen, sementara Maladewa kemungkinan akan mengalami kontraksi 20,5 persen.

Kabar baiknya, wilayah tersebut diperkirakan akan pulih tahun depan, dengan pertumbuhan 6,8 persen.

Ekonomi China diperkirakan akan pulih 7,7 persen pada 2021, sementara India juga akan bangkit kembali dengan pertumbuhan 8 persen tahun depan.

Namun ADB memperingatkan bahwa pemulihan dapat digagalkan oleh pandemi yang berkepanjangan dan tindakan karantina yang lebih ketat.

“Ancaman ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 tetap kuat, karena gelombang pertama yang berkepanjangan atau wabah yang berulang dapat mendorong tindakan penanggulangan lebih lanjut,” imbuh Sawada. (ATN)

Tags: Asian Development BankResesi AsiaResesi Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.