• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Gairah Energi Hijau di Asia Pasifik, Indonesia Harus Ciptakan Inovasi

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kota-kota di Dunia Kian Agresif Beralih ke Energi Hijau

Pembangkit Listrik Energi Hijau. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Energi Hijau (Green Energy) tengah dimanfaatkan oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik sebagai jalur pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Konsep ini menekankan pada pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup, keadilan sosial, dan pengurangan risiko lingkungan.

Berdasarkan laporan International Energy Ageny (IEA) tahun 2019, ketergantungan pada sumber energi fosil masih tergolong tinggi dan terdapat kesenjangan (gap) dalam mengimplementasikan transisi energi.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Indonesia sebagai negara yang kaya dengan potensi energi hijau, jangan sampai ketinggalan dan sudah sepatutnya menciptakan terobosan besar.

“Perlu aksi yang lebih ambisius dalam mendukung efisiensi dan teknologi energi bersih serta mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdina di forum APEC Workshop on Achieving Business Sustainability for Clean Energy Startups secara virtual di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Pentingnya pemenuhan kebutuhan energi yang berkelanjutan telah mengispirasi banyak pihak untuk terjun langsung menemukan solusi permasalahan sektor ESDM lewat beragam cara, salah satunya melalui pembentukan startup. Hal ini sejalan dengan tantangan global dalam menciptakan ekonomi hijau (green energy) yang berkelanjutan.

“Startup energi bersih mampu merevolusi teknologi energi dengan menawarkan peluang bagi industri lokal berkembang dan meningkatkan peluang kerja,” kata Dadan.

Menurut Dadan, keberadaan startup, diharapkan mampu memprakarsai proyek energi terbarukan, menggairahkan iklim investasi sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

“Yang penting inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, konsekuensi perubahan iklim yang mengancam mata pencaharian global dan juga mengurangi kerentanan ketergantungan energi dan beban keuangan atas impor minyak,” tambahnya.

Dadan menerangkan, keberadaan proyek EBT dapat mengimbangi hilangnya pekerjaan dari penurunan industri ekstraktif dan menciptakan lapangan kerja padat karya. Misalnya, setiap pembangunan satu unit pembangkit PV Surya membutuhkan dua kali lipat pekerja dibandingkan dengan pembangunan pembangkit batubara atau gas alam.

Demi terwujudnya ekosistem startup energi, Dadan mendorong para pekerja sektor EBT meningkatkan keterampilan dan skill.

“Tanpa pekerja terlatih dan berpengalaman, penggunaan energi terbarukan mungkin terlewat,” tegasnya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh sektor publik dalam mendukung start up energi bersih, seperti memberikan program pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan kurikulum energi terbarukan, memberikan bantuan teknis, memastikan retensi tenaga terampil dan berpengalaman, serta mengembangkan rantai pasokan lokal.

“Sektor EBT tidak hanya membutuhkan profesi teknis, tetapi juga perencana dan administrator, seperti pengacara dan spesialis keuangan,” tutup Dadan.

Sebagai informasi, APEC Workshop on Achieving Business Sustainbility for Clean Energy Start-ups (EWG 02 2020A) merupakan salah satu Project Proposal yang disetujui pendanaannya oleh APEC dan merupakan project pertama Kementerian ESDM yang didanai sejak berdirinya APEC.

Workshop ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 27 Mei – 28 Mei 2021 dan bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada startup, pemangku kebijakan, hingga para pelaku bisnis energi bersih negara-negara APEC untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan bisnis startup energi bersih berkelanjutan. (ATN)

Tags: Asia EnergyEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.