• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Didorong Siapkan Road Map Transformasi Energi Fosil ke EBT

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
2025 Penggunaan EBT Untuk Pembangkit Listrik di Indonesia Ditarget 23 Persen

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kupang. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penasehat Komisi Global untuk Geopolitik Transformasi Energi International Renewable Energy Agency (IRENA) Mari Elka Pangestu, mendorong Pemerintah Indonesia untuk menyiapkan Road Map pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Pasalnya, Energi Baru dan Terbarukan akan menjadi masa depan seiring bergesernya penggunaan energi di berbagai negara. Energi tradisional seperti minyak bumi dan batu bara mulai ditinggalkan. Proses transformasi ini diprediksi akan berlangsung dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun ke depan.

Menurut Mari, dalam mewujudkan transformasi energi menjadi energi terbarukan, dibutuhkan inovasi, teknologi tepat guna, dan investasi. Pemerintah Indonesia didorong untuk membuat perencaan untuk hal itu.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Untuk beralih harus ada perencanaan untuk 10 tahun ke depan, sehingga kebijakan pemerintah, investor , dan APBN terarah ke situ. Mesti harus disiapkan Road Map yang lebih komprehensif,” terang Mari saat berbicara di forum Indonesia Milenial Summit, di The Tribrata, Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Mari memproyeksikan, puncak penggunaan minyak bumi dan batu bara akan terjadi pada 2030. Setelah itu penggunaan minyak bumi dan batu bara akan mulai menurun dan beralih sepenuhnya terhadapa energi terbarukan (renewable energy).

“Dunia sudah memprediksi, puncaknya, 2050 sudah berubah,” jelas Mari.

Mari memandang, peralihan dari energi fosil dan menggunakan energi terbarukan bukan karena target dari setiap negara untuk beralih. Transformasi ini disebabkan faktor ekonomi, sosial, dan politik.

Selain itu, beberapa perusahaan dan lembaga sudah mulai berkomitmen tidak akan memberikan bantuan dana terhadap proyek-proyek yang masih menggunakan minyak bumi dan batu bara. Misalnya, Standar Charter Bank yang tidak ingin memberikan pinjaman terhadap powerplan yang masih menggunakan batu bara.

“Sekarang perusahaan yang ingin diberi pinjaman harus melaporkan apa yang akan mereka lakukan dalam rangka keberlanjutan. Misalnya IKEA sudah mengurangi minyak bumi dan batu bara,” papar Mari.

Faktor lainnya yang mendorong terjadinya transformasi energi yakni biaya untuk energi terbarukan sudah menurun.

“Mungkin ini jadi perdebatan. Sebab ada yang merasa perlu waktu, biayanya belum masuk, dan teknologi belum mapan. Tapi average price untuk tenaga matahari dan angin itu sudah sekitar 45 persen,” urainya.

Faktor lain, adanya tekanan dari masyarakat juga memicu suatu negara untuk melakukan perubahan energi. Dia mencontohkan masyarakat di Beijing yang melakukan protes karena kadar polusi yang parah di kota tersebut.

“Tekanan tersebut yang membuat China akhirnya masuk dalam Perjanjian Iklim Paris,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauEnergi IndonesiaEnergi Panas BumiGeothermalGreen EnergyMari Elka Pangestu
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.