• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Indonesia Serukan G20 Jadi Garda Terdepan untuk Bantuan Kemanusiaan

by Redaksi Asiatoday
March 3, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Serukan G20 Jadi Garda Terdepan untuk Bantuan Kemanusiaan

Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di New Delhi, India, Kamis (2/3/2023). Foto Kemlu

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Indonesia menyerukan negara-negara anggota G20 untuk mengambil peran lebih besar dalam hal kemanusiaan.

“Secara individual maupun kolektif, anggota G20 harus selalu menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan. Kemakmuran dan kemaslahatan manusia harus terus menjadi fokus G20,” kata Menteri Luar (Menlu) Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dalam pertemuan para Menlu (FMM)  G20 di New Delhi, India, Kamis (2/3/2023).

Pada Sesi 2 pertemuan yang mengusung topik “Perang Melawan Terorisme, Pemetaan Keterampilan Global, Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana,” Menlu Retno mengangkat dua isu, yaitu terkait masalah kemanusiaan dan  penanganan bencana.

RelatedPosts

ASEAN Pushes Myanmar Peace Process

ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific

Jakarta Geopolitical Forum 2026: Indonesia Defines Its Strategic Role in a Fragmented World

Mengenai masalah kemanusiaan, Menlu Retno sampaikan bahwa perang dan konflik selalu membawa kesengsaraan bagi umat manusia, mulai dari Myanmar, Afghanistan, Palestina, hingga Ukraina.

Dalam kaitan dengan kemanusiaan, Menlu Retno mengingatkan bahwa sebagian negara telah abai dan mengadopsi standar ganda terhadap masalah kemanusiaan di Palestina.

“Pada saat pembukaan Pertemuan Dewan HAM di Jenewa beberapa hari lalu, tidak ada satu pun pembicara menyinggung masalah Palestina. Ketidakadilan ini harus segera diakhiri,” kata Retno.

Terkait penanganan bencana, Menlu Retno menyampaikan dua hal.

Pertama, pentingnya memperkuat aspek pencegahan dan kesiapsiagaan. Mencegah terjadinya bencana akan menyelamatkan nyawa dan ekonomi.

“Sebagai negara rentan bencana, Indonesia memahami betul pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan. Kami telah mengakumulasi pengetahuan dan pengalaman terkait ini dan siap berbagai dengan seluruh dunia,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Investasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi sangat penting. Demikian pula dengan pendekatan komprehensif yang melibatkan pemangku kepentingan secara luas. Presidensi G20 Indonesia tahun lalu telah mengambil inisiatif dengan meluncurkan Pandemic Fund. Praktek ini dapat diperluas ke area kerja sama yang lain.

Kedua, perlunya mendorong ketahanan yang lebih kuat agar dapat menghadapi external shock. G20 harus mencari cara untuk membantu negara-negara memperluas proteksi sosial, menjaga stabilitas ekonomi, dan memperkuat upaya mengatasi perubahan iklim. G20 juga harus mendorong implementasi komitmen internasional di bidang pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim, termasuk Agenda 2030, Paris Agreement, dan Sendai Framework.

“Di kawasan, keketuaan Indonesia di ASEAN akan memperkuat mekanisme kawasan untuk menghadapi kondisi darurat di masa depan, terutama di bidang kesehatan, ketahanan pangan dan energi, dan stabilitas ekonomi,” kata Menlu Retno.

Pertemuan FMM terdiri dari dua sesi, yaitu sesi 1 dengan topik “Memperkuat Multilateralisme, Keamanan Pangan dan Energi, dan Kerja Sama Pembangunan”; dan sesi 2 dengan topik “Perang Melawan Terorisme, Pemetaan Keterampilan Global, Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana.”​ (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: G20KTT G20
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.