• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Investasi USD6,4 Miliar, Hyundai Kolaborasi CSIRO dan FMG Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen

by Redaksi Asiatoday
August 22, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hyundai Dukung Penuh Tes Cepat Drive-Thru Covid-19 di Jawa Barat

Perusahaan Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hyundai Motor, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), dan Fortescue Metal Group Ltd. (FMG) menandatangani kontrak awal kerja sama pengembangan teknologi untuk mengekstrak hidrogen dari amonia untuk bahan bakar kendaraan.

Melansir Yonhap, Jumat (21/8/2020), Hyundai, CSIRO dan FMG akan menggunakan membran logam yang dikembangkan oleh CSIRO untuk mengekstraksi hidrogen dan mengirimkannya dalam bentuk amonia cair ke pasar global.

Pada 2018, Hyundai Motor Group mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan 7,6 triliun won atau setara USD6,4 miliar untuk fasilitas produksi mobil hidrogen, kegiatan penelitian dan pengembangan terkait pada 2030.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Grup tersebut berencana untuk memproduksi setidaknya 500 ribu kendaraan hidrogen pada tahun 2030.

Disisi kendaraan penumpang, Hyundai menjual 9.228 mobil hidrogen Nexo – terdiri dari 7.533 unit terjual di dalam negeri dan 1.695 unit di luar negeri atau pasar global dari 2018 hingga Juni tahun ini.

Langkah itu dilakukan karena Korea Selatan mendorong penggunaan hidrogen sebagai sumber energi utama untuk mobil, bukan bahan bakar fosil.

Pembuat mobil telah berlomba untuk menjadi ramah lingkungan di tengah peraturan yang diperketat tentang emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global.

Kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen hanya mengeluarkan uap air karena mengubah simpanan hidrogen menjadi listrik, yang kemudian mendorong motor kendaraan. (ATN)

Tags: Commonwealth Scientific and Industrial Research OrganizationEnergi Baru TerbarukanFortescue Metal Group LtdGreen EnergyHyundai
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.