• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Investasi USD6,4 Miliar, Hyundai Kolaborasi CSIRO dan FMG Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen

by Redaksi Asiatoday
August 22, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hyundai Dukung Penuh Tes Cepat Drive-Thru Covid-19 di Jawa Barat

Perusahaan Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hyundai Motor, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), dan Fortescue Metal Group Ltd. (FMG) menandatangani kontrak awal kerja sama pengembangan teknologi untuk mengekstrak hidrogen dari amonia untuk bahan bakar kendaraan.

Melansir Yonhap, Jumat (21/8/2020), Hyundai, CSIRO dan FMG akan menggunakan membran logam yang dikembangkan oleh CSIRO untuk mengekstraksi hidrogen dan mengirimkannya dalam bentuk amonia cair ke pasar global.

Pada 2018, Hyundai Motor Group mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan 7,6 triliun won atau setara USD6,4 miliar untuk fasilitas produksi mobil hidrogen, kegiatan penelitian dan pengembangan terkait pada 2030.

RelatedPosts

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

President Prabowo to Launch CATL-Antam Battery Megaproject in July

Grup tersebut berencana untuk memproduksi setidaknya 500 ribu kendaraan hidrogen pada tahun 2030.

Disisi kendaraan penumpang, Hyundai menjual 9.228 mobil hidrogen Nexo – terdiri dari 7.533 unit terjual di dalam negeri dan 1.695 unit di luar negeri atau pasar global dari 2018 hingga Juni tahun ini.

Langkah itu dilakukan karena Korea Selatan mendorong penggunaan hidrogen sebagai sumber energi utama untuk mobil, bukan bahan bakar fosil.

Pembuat mobil telah berlomba untuk menjadi ramah lingkungan di tengah peraturan yang diperketat tentang emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global.

Kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen hanya mengeluarkan uap air karena mengubah simpanan hidrogen menjadi listrik, yang kemudian mendorong motor kendaraan. (ATN)

Tags: Commonwealth Scientific and Industrial Research OrganizationEnergi Baru TerbarukanFortescue Metal Group LtdGreen EnergyHyundai
No Result
View All Result

Terbaru

  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.