• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Jokowi Ingatkan Kerja Sama Belt and Road Initiative China Jangan Dipolitisasi

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi Ingatkan Kerja Sama Belt and Road Initiative China Jangan Dipolitisasi

Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Belt Road Forum (BRF) di Great Hall of The People, Beijing, China, Rabu (18/10/2023). Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, BEIJING – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kerja sama dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) yang digagas Pemerintah China tidak boleh dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu.

“Di tengah situasi dunia yang semakin terbelah, kerja sama BRI tidak boleh dipolitisasi,” kata Jokowi saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Belt Road Forum (BRF) di Great Hall of The People, Beijing, China, Rabu (18/10/2023) .

Dalam sambutannya, dia juga menyampaikan ucapan selamat bagi inisiatif tersebut yang telah berlangsung selama satu dekade.

RelatedPosts

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

ADB President Calls for Collective Resilience Amid Economic Uncertainty

Senior Agriculture Officials Meet as Asia-Pacific Faces Mounting Pressures on Food Security

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan dalam acara yang didahului dengan sambutan dari Presiden Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, kemudian setelah Presiden Jokowi tampil juga Presiden Argentina Alberto Fernandez, Perdana Menteri Ethiopia dan terakhir sambutan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

“Saya berharap sinergi BRI dalam pembangunan infrastruktur dapat terus diperkuat,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan royek BRI harus berlandaskan prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan serta dilengkapi dengan perencanaan yang matang.

“Sistem pendanaan yang transparan, penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan produk-produk dalam negeri,” tambah Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga berharap keberlanjutan proyek BRI harus dipastikan untuk jangka panjang dan memperkokoh pondasi ekonomi negara.

“Bukan justru mempersulit kondisi fiskalnya,” ungkap Jokowi.

Dia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki proyek nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang kemudian disinergikan dengan BRI dan telah diluncurkan.

“Ke depan, kami juga akan menyinergikan pembangunan ibu kota baru (IKN), transisi energi, dan hilirisasi industri,” katanya.

Tidak ketinggalan Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah China dan Presiden Xi Jinping atas kontribusinya bagi negara-negara berkembang melalui BRI.

“Pepatah China mengatakan ‘yu gong yi shan’, kegigihan akan mewujudkan keajaiban. Mari berjuang gigih bersama memajukan pembangunan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tutup Presiden Jokowi.

Jokowi menghadiri pembukaan KTT ke-3 BRF bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara/Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad-interim Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Sekretraris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

BRI diperkenalkan Presiden Xi pada 2013 dengan nama “One Belt, One Road” (OBOR). Dengan inisiatif itu, Xi ingin menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutera (Silk Road) pada abad ke-21 dengan melibatkan investasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran di 152 negara yang tersebar di Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) kemudian didirikan untuk menghimpun pendanaan bagi proyek-proyek infrastruktur BRI.

China memiliki saham terbesar di AIIB (26%), sedangkan Indonesia menjadi negara penyetor modal terbesar ke-8 sebesar US$ 672 juta (sekitar Rp 10,23 triliun) yang dibayarkan bertahap selama lima tahun.

Proyek-proyek infrastruktur di Indonesia yang mendapatkan pendanaan dari AIIB antara lain proyek energi, manajemen air, pertanian, dan transportasi berbasis rel, seperti LRT (light rail transit) dan kereta cepat (high-speed railway).

Setidaknya 147 negara telah menekan kesepakatan dalam program BRI, termasuk dalam pembangunan KCJB di Indonesia, kereta China-Laos, kereta ekspres China-Eropa, dan kereta Mombasa-Nairobi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Belt and Road InitiativeOne Belt One Road
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.