• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Ketegangan Geopolitik Jadi Ancaman Nyata Konflik Terbuka di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2023
in Forum
Reading Time: 1 min read
A A
0
Militer Jepang, AS, Australia, Filipina Simulasi Tempur di Laut China Selatan

Angkatan Laut Jepang, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Filipina menggelar simulasi tempur di Laut China Selatan, Jumat (25/8). Foto: US Navy

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD menyinggung kerja sama Politik-Keamanan di ASEAN dalam ASEAN Political Security Community Council Meeting (APSCCM).

Mahfud mengingatkan agar ASEAN tidak melupakan tantangan-tantangan khusus, dan secara eksternal ketegangan geopolitik dan persaingan kini semakin meningkat.

“Hal ini dapat mengarah pada konflik terbuka yang terpaksa harus dihadapi oleh kawasan kita. Dampak kemanusiaan dan sosio-ekonomi dari perang antara Rusia dan Ukraina harus menjadi peringatan,” katanya saat membuka APSCCM di Jakarta Convention Center (JCC), pada Senin (4/9/2023).

RelatedPosts

ASEAN Pushes Myanmar Peace Process

ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific

Jakarta Geopolitical Forum 2026: Indonesia Defines Its Strategic Role in a Fragmented World

Menurut Mahfud, ASEAN tidak boleh membiarkan situasi yang sama terjadi di kawasan dan merusak kemajuan yang telah diupayakan oleh ASEAN sejak 1967.

“Jika kita tidak mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, relevansi kita dapat dikompromikan,” ujarnya di hadapan delegasi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan para pemimpin telah mengadopsi Deklarasi Pemberantasan Perdagangan Orang yang disebabkan oleh penyalahgunaan teknologi, pada Mei lalu.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mendorong implementasinya oleh badan-badan sektoral yang relevan. Kita perlu memastikan pencegahan, penuntutan terhadap pelaku, dan perlindungan korban,” ucapnya.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa pencucian uang, obat-obatan terlarang, dan terorisme hanya dapat diatasi dengan kerja sama lintas batas yang lebih kuat. Selain itu, dia menegaskan bahwa kemajuan yang tidak signifikan dalam konflik di Myanmar telah meninggalkan jejak negatif bagi ASEAN.

Dia juga mengatakan bahwa pencapaian dalam mengimplementasikan Blueprint APSC 2025 dibayangi oleh kurangnya kemajuan dalam menyelesaikan masalah Myanmar.

“Oleh karena itu, marilah kita bekerja sama dalam meningkatkan kerja sama regional dalam manajemen perbatasan, bantuan hukum lintas batas, dan pertukaran informasi,” tandasnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ASEAN-Indo Pacific ForumIndo PasifikKTT ASEANLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.