• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Kota-kota di Dunia Kian Agresif Beralih ke Energi Hijau

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kota-kota di Dunia Kian Agresif Beralih ke Energi Hijau

Pembangkit Listrik Energi Hijau. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kota-kota di dunia makin menyadari, Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) tidak hanya berdampak terhadap pengurangan emisi karbon global, namun energy hijau memberi dampak bagi kehidupan berkelanjutan.

Bahkan, pada masa pandemi Covid-19, energi hijau telah menerangi jalan bagi kota-kota di dunia untuk mendapatkan udara yang lebih bersih dan masa depan lebih baik.

Dalam Renewables in Cities Global Status Report edisi 2021 terungkap, lebih dari satu miliar orang di dunia kini tinggal di kota dengan target atau kebijakan energi terbarukan.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Jumlah kota yang telah memberlakukan sebagian atau larangan total penggunaan bahan bakar fosil pada 2020 pun melonjak lima kali lipat dibanding 2019. Namun, hal ini belum cukup untuk mencapai ambisi rendah karbon seluruh masyarakat global.

“Kita masih jauh dari apa yang dibutuhkan untuk mengekang perubahan iklim pada waktunya. Sebagian besar kota belum menemukan cara untuk mengambil tindakan ambisius, atau kekurangan kekuatan dan sumber daya untuk melakukannya,” terang Direktur Eksekutif REN21 Rana Adib, dalam keterangan resminya, Senin (22/3/2021).

Menurut Adib, setiap kota harus memaksimalkan energi terbarukan di semua sektor (listrik, pemanas, pendingin, transportasi), sekaligus menetapkan tenggat keluar total dari energi fosil.

Dalam laporannya, REN21 mengungkap peran strategis kota untuk perang melawan emisi dan polusi udara.

Pertama, mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan di seluruh sektor sekaligus menetapkan tenggat akhir penggunaan energi fosil di seluruh sektor.

Kota punya peran krusial untuk melakukan transisi energi karena menyumbang sekitar tiga perempat konsumsi energi final global dan rumah bagi 55 persen lebih populasi global.

Faktor penting untuk memastikan keberhasilan strategi iklim kota adalah dengan cepat mengganti bahan bakar fosil menjadi energi terbarukan di sektor pemanas dan pendingin serta transportasi. Sektor-sektor ini bertanggung jawab atas bagian terbesar dari emisi global, dan paling baik ditangani di tingkat lokal. Namun, akselerasi energi terbarukan juga harus diikuti dengan kebijakan keluar total dari energi fosil.

“Kota-kota seperti Hamburg, San Francisco, dan Shanghai menunjukkan, semakin mereka ambisius, semakin mereka memikirkan energi terbarukan di semua sektor. Mereka memberlakukan aturan bangunan yang ketat dan kewajiban energi terbarukan. Tapi yang terpenting, mereka menetapkan tanggal akhir penggunaan gas, minyak, dan batu bara,” ungkapnya.

Kedua, menetapkan target ambisius dan kebijakan bagi pelaku terbarukan. Laporan REN21 menunjukkan, pemerintah kota kerap membeli listrik dari energi terbarukan untuk operasional kota sendiri. Namun, langkah pertama itu belumlah cukup.

Para pemimpin di kota perlu mendorong penyerapan energi terbarukan yang lebih luas di antara berbagai pelaku perkotaan, termasuk menetapkan target yang ambisius dan kebijakan komprehensif, meningkatkan kesadaran, dan memfasilitasi dialog di antara para pemangku kepentingan.

Renewables in Cities 2021 Global Status Report juga menunjukkan, selain pengurangan emisi, banyak manfaat lokal lain, mulai dari penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan lokal hingga kualitas hidup yang lebih baik dan warga yang lebih sehat, sebagaimana dikatakan Buddy Dyer, Wali Kota Orlando, Amerika Serikat.

“Transisi ke ekonomi nol karbon menghadirkan peluang pembangunan ekonomi yang luar biasa bagi Orlando dan kawasan Florida Tengah. Beberapa di antaranya mulai kita lihat merangsang ekonomi lokal kita, meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi dampak lingkungan, dan menciptakan pekerjaan berupah tinggi yang berarti untuk penduduk kami,” kata Dyer.

Ketiga, berperan sebagai fasilitator dan advokat bagi energi terbarukan. Selain menetapkan target, regulasi, dan menjadi pembuat kebijakan, pemerintah kota harus memainkan peran beragam termasuk sebagai fasilitator dan advokat bagi energi terbarukan, mengingat kedekatan mereka dengan warga. Namun tentu saja, dukungan kepada pemerintah kota juga harus diberikan, mengingat tantangan akselerasi energi terbarukan sangat besar.

“Adalah fakta yang menyedihkan bahwa di mana pun kota-kota di dunia berusaha menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, industri menggunakan banyak sumber daya untuk melawan,” tambah Adib.

Dalam laporannya, REN21 melakukan studi kasus di sejumlah kota di dunia, termasuk Jakarta, Malang, Balikpapan, dan Kabupaten Lombok Utara. Dalam studi disebutkan, dalam skala global, kota-kota di Indonesia masih tertinggal dalam menetapkan target emisi nol-bersih, meski punya komitmen untuk meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi. (ATN)

Tags: Emisi KarbonEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen EnergyPerubahan IklimREN21Renewables in Cities Global Status Report
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.