• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia Serukan Konsensus ASEAN untuk Menyikapi AUKUS

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Malaysia: AUKUS Berpotensi Memicu Instabilitas di Kawasan Indo Pasifik

Negeri Malaysia. Dok

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Malaysia menyerukan negara-negara anggota ASEAN untuk segera melahirkan konsensus dalam menyikapi aliansi pertahanan Indo Pasifik baru antara Amerika Serikat (AS), Australia dan Inggris (AUKUS).

AUKUS yang diluncurkan bulan lalu, akan memberi Australia pengetahuan dan kekuatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir dalam rangka menjawab peningkatan kekuatan China, di Laut China Selatan.

Rencana tersebut telah memecah belah negara-negara di Asia Tenggara, dimana Indonesia dan Malaysia memperingatkan aliansi itu bisa mengakibatkan perlombaan senjata di kawasan tersebut. Sedangkan Filipina, sekutu pertahanan AS, mendukung pakta tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan, pertemuan negara-negara ASEAN yang berlangsung bulan depan akan membuka kemungkinan bagi blok tersebut untuk menyetujui respons bersama atas AUKUS.

“Permainan akhir kami seperti biasa adalah memastikan stabilitas kawasan, terlepas dari keseimbangan kekuatan antara AS atau China,” katanya di depan Parlemen Malaysia, sebagimana dilaporkan Reuters.

“Pemahaman di ASEAN akan membantu kita dalam menghadapi dua kekuatan besar ini,” imbuhnya.

AUKUS pada dasarnya dilihat sebagai tanggapan sekutu Barat untuk mencegah hegemoni China di Asia Tenggara, secara signifikan di Laut China Selatan.

Kementerian Internasional Malaysia pekan lalu memanggil duta besar China di Kuala Lumpur untuk memprotes keberadaan kapal-kapal Beijing di perairannya.

China telah menyatakan, rencana AUKUS membahayakan perdamaian dan stabilitas regional.

Amerika Serikat, bagaimana pun, menyebutkan, aliansi itu tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan Indo Pasifik dan tidak ditujukan kepada negara mana pun. (ATN)

Tags: AUKUSIndo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.