ASIATODAY.ID, JAKARTA – Masa depan investasi hijau di Indonesia diyakini menjanjikan bagi perekonomian Indonesia.
Pasalnya, banyak komoditas yang bisa dikembangkan menjadi produk ramah lingkungan.
“Dengan potensi keanekaragaman hayati dan hasil hutan bukan kayu, pelaku usaha Indonesia dapat menyediakan ragam opsi produk dan jasa bernilai tambah yang berdampak positif untuk lingkungan, sosial, dan ekonomi riil,” ujar Kepala Sekretariat LTKL & Koalisi Ekonomi Membumi, Gita Syahrani dalam Jurisdiction Collective Action Forum, dikutip Rabu (10/8/2022).
Menurut Gita, ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar investasi hijau di Indonesia meningkat.
Pelaku usaha mesti memiliki komitmen terhadap environment, social, and governance (ESG).
“Sifatnya kini sudah wajib terpenuhi apabila ingin mendapatkan investasi. Secara konkret, investasi yang sesuai ESG juga menunjukkan tren naik,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi/BKPM, Indra Darmawan menyampaikan Indonesia memiliki komitmen terhadap perbaikan iklim dunia. Salah satunya melalui pengurangan emisi karbon.
“Pemerintahan sedang mengembangkan 25 indikator dari sektor ekonomi, ESG yang dapat dijadikan panduan investasi dalam mencapai keberlanjutan (SIG),” kata Indra.
Upaya pengurangan emisi karbon dilakukan salah satunya melalui program transisi energi berbasis energi baru terbarukan (EBT), serta pengembangan mobil listrik dan ekosistem pendukungnya.
“Seperti industri baterai dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Staf Badan Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Irfan Yananto menyampaikan Indonesia akan memperkuat kolaborasi tingkat global dalam mengatasi perubahan iklim. Hal itu akan diwujudkan dalam agenda G20.
Bappenas akan memimpin Development Working Group (DWG) melalui tiga fokus yakni produktivitas dan daya saing UMKM, kemudian memastikan ketahanan terhadap guncangan melalui perlindungan sosial yang adaptif.
“Dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan rendah karbon melalui program ekonomi hijau dan ekonomi biru,” ujar Irfan. (ATN)
