• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Maskapai Penerbangan di Jepang Mulai Gunakan Bahan Bakar Hijau

by Redaksi Asiatoday
July 5, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Maskapai Penerbangan di Jepang Mulai Gunakan Bahan Bakar Hijau

Penerbangan di Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Jepang kini memulai upaya revolusioner untuk mencapai target netralitas karbon pada 2050.

Dalam rangka itu, penggunaan energi hijau kini mulai diterapkan di sektor industri, termasuk industri penerbangan.

Sejumlah maskapai penerbangan di Jepang pun kini mulai beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Beberapa maskapai penerbangan di Jepang telah bergabung dengan sekolompok negara untuk mencapai netralitas karbon pada 2050.

Mereka berusaha menyusul negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang sudah menempatkan biofuel dari bahan-bahan seperti minyak goreng bekas untuk penggunaan bahan bakar pesawat komersial.

Sebelumnya, produsen pesawat besar Airbus SAS telah meluncurkan konsep untuk pesawat tanpa emisi bertenaga hidrogen yang diharapkan akan mulai beroperasi pada 2035. Bahan bakar ini juga dipandang sebagai sumber alternatif untuk menerbangkan pesawat.

Kawasaki Heavy Industries Ltd mengumumkan rencana untuk memasuki bisnis pesawat bertenaga hidrogen, yang bertujuan untuk memimpin dalam teknologi inti untuk mesin hidrogen dan tangki bahan bakar hidrogen cair.

Pada akhir Juni 2021, sebuah jet pribadi yang dikembangkan oleh Honda Motor Company terbang dari Prefektur Kagoshima di barat daya Jepang ke bandara Haneda Tokyo. Mereka merupakan penerbangan pertama yang menggunakan biofuel yang dihasilkan dari euglena, sejenis ganggang.

Penyedia bahan bakar dari Jepang Euglena Co. menyebut sekitar 10 persen dari biofuel yang digunakan untuk penerbangan berasal dari euglena dan sisanya dari limbah minyak.

“Jepang tertinggal beberapa tahun karena sudah ada produsen biojet terkemuka di luar negeri,” kata Akihiko Nagata, Wakil Presiden Eksekutif perusahaan tersebut dalam sebuah konferensi pers, disitat Japan Today Minggu (4/7/2021).

Tekan Emisi C02

Karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan ketika biofuel dibakar akan menghasilkan minyak, sumber biofuel, dan menyerap CO2 ketika tumbuh melalui fotosintesis. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, sektor transportasi menyumbang sekitar 18 persen dari total emisi CO2 di Jepang.

Berdasarkan jenis transportasi, maskapai penerbangan bertanggung jawab sekitar 5 persen sementara sebagian besar emisi berasal dari mobil, truk dan bus, menurut data pemerintah.

Maskapai penerbangan Jepang itu berusaha mengurangi ketergantungan pada bahan bakar jet fosil di tahun-tahun mendatang dan beralih ke bahan bakar penerbangan berkelanjutan seperti biofuel.

Menurut data Kementerian Transportasi Jepang, pesawat terbang yang ditenagai oleh campuran bahan bakar jet konvensional dan bahan bakar berkelanjutan, dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 20 hingga 30 persen selama penerbangan. Batas pencampuran itu ditetapkan untuk penggunaan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan.

Meski begitu, maskapai besar Jepang, Airlines Corp dan All Nippon Airways Co telah menggunakan biofuel yang dihasilkan dari mikroalga oleh pabrikan Jepang IHI Corp. Bahan bakar itu digunakan untuk penerbangan komersial domestik, di mana mereka berusaha meningkatkan penggunaan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan.

Tantangan

Pakar penerbangan di Jepang menjelaskan masih ada rintangan untuk penggunaan yang lebih besar dari biofuel. Alasannya, persediaan bahan bakar tersebut masih terbatas dan biaya pengadaannya tinggi dibandingkan dengan bahan bakar jet fosil konvensional.

“Dibutuhkan lebih banyak waktu untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang diproduksi di dalam negeri untuk tersedia secara komersial, karena itu pembuatannya di Jepang ditargetkan baru akan selesai pada 2030,” jelas Nagata.

Saat ini biaya bahan bakar biojet Euglena harganya sekitar 10.000 yen atau Rp1,3 juta per liter. Meski begitu, Perusahaan bahan bakar telah meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik untuk membudidayakan alga euglena, termasuk di Indonesia yang diharapkan selesai pada 2024.

Nantinya pada 2025, mereka meningkatkan produksi menjadi 250.000 kiloliter per tahun dan menurunkan harga menjadi 200 yen atau sekitar Rp. 26 ribu lebih rendah per liter. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan asing seperti Neste Corp Finlandia.

“Kami akan mengejar dan dapat menawarkan bahan bakar milik kami dengan harga yang terjangkau,” tandas Nagata. (ATN)

Tags: Emisi KarbonGreen EnergyJepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.