• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Mengapa Jerman Jadi Destinasi Favorit untuk Studi dan Meniti Karir di Dunia?

by Redaksi Asiatoday
April 23, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Diambang Resesi Ekonomi

Kota Berlin, Jerman. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dimana negara tujuan terbaik untuk melanjutkan studi dan meniti karir?

Bagi mereka yang bertujuan melanjutkan jenjang pendidikan, pertanyaan ini kerap muncul.

Jerman mungkin bisa menjadi salah satu negara di Eropa yang bisa menjadi destinasi bagi para generasi.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Tentu, untuk melanjutkan studi di negara lain tidaklah mudah. Banyak hal yang harus di persiapkan, terutama dalam hal biaya dan adaptasi budaya sampai persoalan bahasa.

Untuk menjawab itu, pada Selasa, (21/4/2021), SMA Pradita Dirgantara bekerjasama dengan Goethe Institut menggelar webinar Program Studienbrucke. Webinar tersebut diikuti oleh civitas akademika, para orang tua, dan siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara.

Menurut Expert Goethe Institut, Asisten Program Studienbrücke Indonesien, Gregorius Haribudiharjo, melanjutkan studi di Jerman merupakan pilihan menarik yang patut dipertimbangkan siswa. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa menjadi referensi.

Pertama, aspek keamanan. Jerman memberikan jaminan kenyamanan kepada para pendatang yang ingin menempuh studi di negaranya, dimana hal ini bisa dilihat dari angka kriminalitas yang sangat rendah.

Kedua, dengan jumlah penduduk yang mencapai 80 juta, kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Jerman cukup tinggi. Setiap kota di Jerman memiliki universitas dengan tingkat kualitas yang sama, baik tingkatan kota besar, kota kecil, atau kota yang mungkin jauh dari ibu kota, sehingga setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk lulus.

Ketiga, dengan peminat studi yang cukup tinggi, lingkungan internasional di komunitas para pendatang juga cukup kental, karena mahasiswa yang menempuh studi di Jerman berasal dari berbagai negara. Sehingga, menurut Gregorius, dibutuhkan kepekaan dan toleransi dari pendatang dari Indonesia.

Sementara itu, Dwi Novaldi yang juga merupakan Asisten Program Studienbrücke Indonesien Goethe Institut menambahkan bahwa setelah lulus kuliah di Jerman, mahasiswa akan mendapatkan visa kerja yang berlaku selama 18 bulan.

“Bahkan, kemungkinan besar untuk bisa diterima kerja di Jerman sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena Jerman cukup kekurangan tenaga kerja handal di beberapa tahun ke depan,” kata Novaldi sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4/21)

Untuk biaya pendidikan, menurut Gregorius, biaya pendidikan di Jerman sangat  terjangkau. Dibandingkan negara Inggris, Australia dan Amerika, biaya studi di Jerman jauh lebih terjangkau.

Dengan keunggulan itu kata Novaldi, tidak berlebihan jika Jerman menjadi pilihan menarik dan tepat untuk melanjutkan studi. Cukup banyak testimoni para lulusan di Jerman yang menilai bahwa Jerman adalah negara yang tepat untuk menempuh studi, karir, hingga meniti karir bisnis. (ATN)

Tags: Asia EropaJermanKerjasama Indonesia-Jerman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.