• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

OCEAN 20 FORUM: Indonesia Kenalkan Bluefood, Inovasi Ketahanan Pangan Global

by Redaksi Asiatoday
November 17, 2022
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
OCEAN 20 FORUM: Indonesia Kenalkan Bluefood, Inovasi Ketahanan Pangan Global

Perikanan budidaya di Indonesia. Dok KKP

ASIATODAY.ID, BALI – Indonesia memperkenalkan konsep Bluefood, sebuah terobosan dalam pengembangan produk pakan ikan.

Terobosan ini dirancang untuk mendukung kebangkitan perikanan budidaya di Indonesia menjadi lebih berdaya saing dan ramah lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan solusi krisis pangan global di masa depan.

“Indonesia sedang fokus mengembangkan pakan ikan karena inilah yang menggerus biaya produksi. Ini menjadi tantangan, bagaimana kami mampu menyediakan pakan ikan serta bahan bakunya yang cukup dan berkualitas, sehingga biaya produksi bisa lebih ditekan tapi tidak mengurangi kualitas produk dan hasil panen,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu saat berbicara dalam forum ‘Blue Food for Inclusive Growth – Ocean 20 yang merupakan bagian dari KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

RelatedPosts

ASEAN Pushes Myanmar Peace Process

ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific

Jakarta Geopolitical Forum 2026: Indonesia Defines Its Strategic Role in a Fragmented World

Ada dua strategi yang diusung pemerintah Indonesia untuk pengembangan produk pakan perikanan. Strategi jangka menengah (2021-2024) fokus pada pemenuhan kebutuhan pakan ikan dengan mengoptimalkan kapasitas pabrik, meningkatkan produksi pakan ikan mandiri, dan mengedepankan bahan baku lokal.

Sedangkan strategi jangka panjang (2025-2045) fokus pada produksi pakan ramah lingkungan yang tidak merusak ekologi dan memastikan penerapan sertifikasi serta registrasi pakan secara total. Dengan demikian Indonesia diharapkan mampu swasembada produksi pakan ikan ramah lingkungan pada tahun 2045.

“Dengan apa yang kami lakukan, harapannya sektor perikanan budidaya mampu menjadi penopang ketahanan pangan baik untuk dalam negeri maupun global,” tegasnya.

Terkait dengan program Bluefood, Tebe mengakui pentingnya isu tersebut dibahas secara global karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan. Di mana terdapat ancaman perubahan iklim serta meningkatnya populasi manusia mencapai 9,7 miliar orang pada 2045 sehingga kebutuhan protein pun diprediksi meningkatkan hingga 70%.

Bluefood erat kaitannya dengan produk perikanan budidaya yang bertujuan mengurangi penangkapan ikan di alam agar populasinya berkelanjutan.

“Sehingga bluefood memiliki peran penting dalam mencapai ketahanan pangan, mengakhiri malnutrisi, dan membangun sistem pangan yang sehat,” kata Tebe.

Menurut Tebe, Indonesia dapat berkontribusi besar dalam penyediaan pangan dari perikanan budidaya.

Indonesia saat ini tercatat sebagai negara penghasil perikanan budidaya terbesar kedua di dunia dengan volume produksi 14,8 juta ton, dan berdasarkan prediksi FAO, perikanan budidaya Indonesia akan tumbuh sebesar 26% pada tahun 2030.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Joseph Pangalila menyampaikan peluang investasi budidaya perikanan di Indonesia masih sangat besar, baik untuk kegiatan budidaya laut, payau maupun tawar. Potensi tersebut meliputi ketersediaan lahan dan juga pasar produk perikanan.

Perikanan budidaya di Indonesia menurutnya masih didominiasi sistem tradisional, sehingga diharapkan investor bisa bekerjasama dengan masyarakat lokal untuk mengembangkan blue ekonomi.

Dengan konsep ekonomi biru, dia optimis usaha budidaya dapat berjalan berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.

“Jadi konsep blue ekonomi tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Joseph Pangalila. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BluefoodEkonomi BiruKTT G20Save Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.