ASIATODAY.ID, JAKARTA – Parlemen Indonesia dan Uni Eropa menggelar pertemuan ke-12 telah digelar di Gedung Parlemen Uni Eropa, Strasbourg, Prancis, baru-baru ini.
Pada pertemuan tahunan itu. dibahas berbagai permasalahan keamanan regional dan global yang mendesak antara lain kondisi di Palestina, Myanmar, Laut China Selatan, konflik Ukraina dan Rusia hingga strategi dan kerja sama perdamaian di Asia Pasifik.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon, memimpin pertemuan tersebut bersama Daniel Caspary, Ketua Delegasi Parlemen Uni Eropa untuk Asia Tenggara dan ASEAN (DASE).
Pada kesempatan tersebut, Fadli menggarisbawahi upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk mempercepat implementasi 5 Poin Konsensus (5PC) di Myanmar, termasuk Resolusi terkait Myanmar di AIPA yang didorong oleh DPR.
Tak hanya itu, Fadli Zon juga mengapresiasi dukungan kemanusiaan Uni Eropa terhadap Myanmar, dan menekankan pendekatan kolaboratif terhadap krisis ini.
Sementara terkait isu Laut China Selatan, Fadli menekankan pentingnya perdamaian, kebebasan navigasi, dan kepatuhan terhadap hukum internasional di kawasan, khususnya UNCLOS.
Selain itu, Fadli menyoroti peran Indonesia dalam Satuan Tugas (Task Force) IPU untuk Ukraina dalam pembahasan konflik Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung. Sekaligus Fadli juga menganjurkan dialog, penyelesaian damai yang berkelanjutan dan penghormatan terhadap integritas kedaulatan negara.
Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, kedua Parlemen sepakat mengadakan dialog resmi lanjutan, salah satunya untuk membahas kembali isu terkait perdamaian dan penyelesaian krisis di Palestina.
“Marilah kita meneruskan komitmen bersama DPR RI dan Parlemen Uni Eropa terhadap perdamaian, saling menghormati, dan kemitraan proaktif. Bersama-sama, kita memiliki potensi untuk bersama-sama menciptakan dunia yang lebih aman dan damai bagi rakyat dan generasi mendatang,” ungkap Fadli dalam rilis yang diterima, Senin (23/10/2023).
Penguatan Kerja Sama I-EU CEPA
Pada kesempatan itu, Fadli Zon juga mendorong kedua parlemen untuk menegaskan kembali hubungan jangka panjang.
“Sebagai aktor penting di kawasan kita masing-masing, aksi kolektif kita akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan global secara efektif,” jelas Fadli.
Salah satu topik utama dalam dialog ini adalah proses negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (I-EU CEPA) yang sedang berjalan. I-EU CEPA ini lebih dari sekedar perjanjian dagang, karena akan menjadi jembatan yang menghubungkan dua pasar utama kita sebesar hampir 600 juta jiwa.
Pertemuan ini membahas tiga topik utama yang menjadi perhatian kedua parlemen, yakni: i) Kerja sama perdagangan bilateral dan investasi; ii) Isu-isu keamanan global dan regional; serta iii) Kerja sama dalam transisi hijau dan perubahan iklim.
Fadli Zon mengapresiasi komitmen yang sebelumnya disuarakan Parlemen Eropa pada Sidang Umum AIPA ke-44 di Jakarta, Agustus 2023 lalu. Parlemen UE, yang merupakan simbol persatuan dan kolaborasi demokrasi, selalu menunjukkan komitmen untuk membina hubungan yang lebih erat, tak hanya dengan Indonesia, tetapi juga dengan parlemen negara-negara Asia Tenggara pada umumnya.
Dalam sambutannya, Daniel Caspary menyampaikan, “Hubungan UE dan Indonesia didasarkan pada nilai-nilai demokrasi, tata kelola pemerintahan yang baik, hak asasi manusia, promosi perdamaian, kemajuan ekonomi, serta multilateralisme dan integrasi regional.”
Kedua parlemen sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perjanjian ini. Pertemuan ini juga membahas seputar Peraturan Penegakan UE (EU Enforcement Regulation), terutama terkait proses banding Indonesia dalam kebijakan hilirisasi yang sedang berlangsung di WTO.
Menanggapi hal ini, Fadli Zon menyampaikan pentingnya untuk menghormati prosedur hukum yang telah ditetapkan, dan kami harap kedua parlemen dapat bekerja sama menuju penyelesaian melalui kerangka WTO yang sesuai. Komitmen bersama terhadap transisi hijau dan perubahan iklim merupakan agenda penting lain yang juga dibahas.
Kedua parlemen menyadari pentingnya pendekatan kolaboratif untuk memerangi perubahan iklim dan memastikan transisi ramah lingkungan.
Fadli Zon menekankan harapannya agar dialog yang terbangun dapat menjadi katalisator untuk solusi yang dapat ditindaklanjuti.
“Kami mengapresiasi komitmen UE untuk mendukung transisi energi Indonesia melalui JETP, termasuk dukungan dari EU Investment Bank sebesar US$1 miliar. Kami harap komitmen ini dapat segera terimplementasi secara efektif,” ujarnya.
Dalam soal perdagangan dan investasi, kedua parlemen akan membuat statement bersama mendukung akselerasi kesepakatan. Kedua parlemen juga sepakat melanjutkan diskusi, terutama terkait isu-isu keamanan global dan regional melalui pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.
Parlemen UE juga diundang untuk dapat bekerja sama sebagai pengawas internasional pada pemilihan umum Indonesia pada awal tahun 2024 mendatang. (AT Network)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
