• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Polusi Udara Indonesia Paling Tinggi di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
World Bank Dukung Penuh Indonesia Implementasikan Perdagangan Karbon

Emisi karbon. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan teknologi kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir merilis laporan kualitas udara dunia 2021.

Hasilnya, Indonesia menempati peringkat ke-17 negara paling berpolusi di dunia.

“Indonesia menempati peringkat ke-17 negara-negara dunia dengan konsentrasi PM 2,5 tertinggi yakni 34,3 μg/m3,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IQAir, Frank Hammes, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (22/3/2022).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Posisi ini, menjadikan Indonesia sebagai negara nomor satu paling berpolusi udara di Asia Tenggara.

Adapun lima negara paling tercemar pada tahun 2021 adalah Bangladesh, Chad, Pakistan, Tajikistan, dan India.

Laporan Kualitas Udara Dunia 2021 IQAir adalah laporan kualitas udara global utama pertama yang berbasis dari Pedoman Kualitas Udara WHO untuk PM 2,5 tahunan yang diperbarui.

Pedoman baru dari WHO memotong nilai pedoman PM 2,5 tahunan dari 10 μg/m3 menjadi 5 μg/m3.

Particulate Matter (PM) 2,5 adalah partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil. Dalam jumlah tinggi, PM 2,5 dapat mengurangi jarak pandang dan terlihat agak berkabut.

“Polusi partikel halus PM 2,5, umumnya diterima sebagai polutan paling berbahaya. Pantauan secara luas, polutan udara ini telah ditemukan menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap efek kesehatan manusia seperti asma, stroke, penyakit jantung dan paru-paru. PM 2,5 juga menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Polusi di AsiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.