• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Produksi Nikel Vale Indonesia Menurun di Kuartal I/2022

by Redaksi Asiatoday
April 19, 2022
in CORPORATION
Reading Time: 1 min read
A A
0
Wabah Corona di China Mulai Menghantam Investasi di Indonesia

Smelter PT Vale Indonesia. dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) berhasil memproduksi 13.827 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal pertama tahun 2022.

Volume produksi pada kuartal I/2022 adalah 19 persen lebih rendah dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada kuartal IV/2021, dan 9 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Produksi pada kuartal I/2022 lebih rendah karena adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4 yang merupakan proyek pemeliharaan penting yang memastikan keamanan dan kelangsungan operasi di masa depan,” jelas Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia (INCO) dalam keterangan pers, Selasa (19/4/2022).

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Meski demikian, Febriany menegaskan INCO tetap optimistis untuk mencapai rencana produksi penuh tahun 2022.

Selain melaporkan produksi, INCO juga melaporkan hasil eksplorasi bulanan pada Februari 2022.

Adapun, daerah yang dieksplorasi ada di Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Eksplorasi tersebut menelan biaya senilai US$412,91.

Selanjutnya, Blok Sorowako akan melanjutkan kegiatan pengeboran jarak 25 meter di Bukit Petea B2C3, pengeboran jarak 50 meter di Bukit Wawono, dan pengeboran jarak acak di Bukit Lembo South.

Blok Sorowako Outer Area direncanakan akan melakukan kegiatan eksplorasi di area Tanamalia dan Lingkona.

Kemudian, Blok Bahodopi akan melanjutkan kegiatan pengeboran di kuartal IV/2022 dan Blok Pomalaa akan melanjutkan kegiatan pengeboran pada Maret 2022 untuk menunjang rencana tambang setelah memperoleh IPPKH operasi produksi. (ATN)

Tags: NikelPT Vale Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.