ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan tambang nikel PT Ifishdeco Tbk (IFSH) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp150 miliar. Transaksi dilakukan untuk tambahan modal kerja perseroan.
Manajemen Ifishdeco memaparkan dari total dana tersebut, sebesar Rp50 miliar akan digunakan untuk fasilitas kredit modal kerja (KMK) revolving (baru). Secara rinci, Rp40 miliar akan diserap untuk commited dan uncommited Rp10 miliar.
“Sisanya sebesar Rp100 miliar, akan digunakan untuk fasilitas KMK transaksional (baru). Tujuan dari aksi korporasi ini sebagai tambahan modal kerja perseroan dan tambahan modal kerja produksi nikel. Hal ini dilakukan dalam upaya mencapai target dan pengembagan usaha perseroan,” terang manajemen Ifishdeco dalam keterangan resminya, dikutip Senin (4/10/2021).
Transaksi yang dilakukan oleh perseroan dan Bank Mandiri merupakan transaksi material yang dikecualikan karena nilai transaksi melebihi 20% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian (audited) yang berakhir pada 31 Desember 2020.
Di sisi lain, Ifishdeco pada tahun ini mengincar penjualan bijih nikel sebesar 2 juta metrik ton, target ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan penjualan pada tahun lalu. Apabila target ini tercapai, maka perseroan dapat membukukan penjualan bersih hingga Rp1,01 triliun pada akhir tahun.
Perseroan juga memproyeksikan laba bersih setelah pajak diperoleh sebesar Rp 160,87 miliar. Adapun, target penjualan batu bara tersebut sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disiapkan.
“Untuk mendukung target tersebut, kami sudah menyiapkan diri dari segi infrastruktur, salah satunya yakni fasilitas jetty yang kami miliki. Revitalisasi tersebut dimulai sejak akhir 2020 lalu,” jelas Direktur Ifishdeco, Muhammad Ishaq.
Ishaq melanjutkan dengan perbaikan jetty tersebut, saat ini pelabuhan perseroan dapat menampung kapal tongkang dengan ukuran yang lebih besar dibanding sebelumnya. Adapun strategi lainnya yakni dengan menjaga ketepatan waktu pengiriman hingga mencapai target yang telah ditentukan.
“Kami optimistis, Ifishdeco dapat melakukan penjualan nikel hingga lebih dari 100.000 metrik ton setiap bulanya,” ujar dia.
Perseroan juga berencana memperbesar kapasitas cadangan nikel dengan akuisisi lahan tambang baru. Perseroan belum bisa memberikan rincian lahan mana yang menjadi diincar, lantaran hingga saat ini perseroan masih belum mencapai negosiasi final.
Sebagai referensi, PT Ifishdeco merupakan perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara. (ATN)
