• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Seluruh Airport di Indonesia Ditarget Gunakan Energi Surya

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Seluruh Airport di Indonesia Ditarget Gunakan Energi Surya

PLTS di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno Hatta yang dibangun PT Bukit Asam. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mulai serius menggarap bisnis energi surya, di luar batu bara.

Yang terbaru, PTBA telah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Pembangkit dengan kapasitas 241 kilowatt peak (kWp) akan mulai beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020 nanti.

Panel di atap gedung AOCC untuk membangkitkan energi sebesar ini sebanyak 720 solar panel.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arivin mengungkapkan, PLTS ini sebagai wujud dan komitmen sinergi BUMN dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Kami harap kerja sama dan sinergi seperti ini bisa terus terjalin dan ditingkatkan ke depannya,” kata Arviyan dalam keterangan tertulis, yang diterima Sabtu (26/9/2020).

PLTS di Gedung AOCC ini dibangun dan dioperasikan langsung oleh PTBA. Pembangunan pembangkit EBT ini juga  menggandeng anak usaha PT LEN Industri, yakni PT Surya Energi Indotama.

Arviyan menyebutkan setelah AOCC di Soekarno Hatta, pihaknya siap bekerjasama untuk mengembangkan PLTS-PLTS lain di bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II. Ini sekaligus mewujudkan bandara hijau ramah lingkungan (green airport).

Keputusan perusahaan membangun PLTS dan mengoperasikannya sendiri sebagai upaya melakukan diversifikasi bisnis di luar batu bara. Ini sesuai dengan visi PTBA untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang ramah lingkungan.

Sementara itu, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, keberadaan PLTS sebagai sumber energi listrik merupakan pintu masuk bagi pemanfaatan EBT berikutnya dalam mengusung konsep green airport di Bandara Soekarno-Hatta.

“EBT sudah selayaknya mendapat tempat di sektor kebandarudaraan nasional dan PT Angkasa Pura II memulai ini di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia. Harapannya, apa yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta ini dapat mendorong bandara-bandara lain juga mengadopsi EBT melalui PLTS,” terang Awaluddin.

Pengoperasian PLTS di kawasan Bandara Soekarno-Hatta ini juga sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam percepatan pengembangan dan pemanfaatan energi surya di BUMN.

“Kami akan membahas mengenai kemungkinan pemanfaatan energi surya di bandara-bandara lain di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II,” ungkap Awaluddin.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengapresiasi langkah yang diambil PT Angkasa Pura II dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai bagian dari dukungan terhadap program energi bersih yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) sekaligus efisiensi pemakaian listrik.

“Pemasangan PLTS atap secara masif di berbagai fasilitas publik merupakan aksi konrkit dalam merealisasikan gerakan nasional sejuta surya atap. Apa yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II dan PTBA dengan dukungan BUMN lainnya merupakan kolaborasi yang sangat progresif dalam mendukung energi bersih berkelanjutan. PTBA yang awalnya merupakan perusahaan batu bara, kini bertransformasi menjadi penyedia energi, dan turut aktif mendukung gerakan energi bersih. Ini merupakan transformasi di sektor energi yang sangat positif,” kata Agung.

Melalui PLTS atap, dapat menghemat tagihan listrik bulanan Bandara Soetta.

“Ini juga akan menghemat tagihan listrik dan listriknya juga bisa impor-ekspor dengan PLN,” ujarnya.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi surya secara masif. Hingga semester I/2020, tercatat kapasitas PLTS atap terpasang sekitar 11,5 MW dari 2.346 pelanggan PLN.

Pemerintah menargetkan porsi bauran energi terbarukan bisa mencapai 23 persen pada tahun 2025.

“Untuk mencapai target EBT 23 persen tahun 2025, berbagai langkah kita lakukan paralel. Termasuk penyempurnaan regulasi terkait harga EBT agar investasinya jadi lebih menarik,” imbuh Agung. (ATN)

Tags: Bukit AsamEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen AirportGreen EnergySoekarno-Hatta Airport
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.