• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tembus Rp624,2 Triliun, Indonesia Pasar Digital Terbesar di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Transformasi digital. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 menunjukkan pertumbuhan angka yang signifikan.

Laporan e-Conomy SEA yang dirumuskan Google, Temasek, Bain & Company menyebutkan bahwa ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai USD44 miliar atau setara Rp624,2 triliun pada 2020. Angka ini melesat hampir tiga kali lipat pada 2025 yang mencapai sekitar USD124 miliar.

Dalam laporan yang bertajuk “At full velocity: Resilient and Racing Ahead”, Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengatakan sektor dagang digital tumbuh 54 persen menjadi USD32 miliar pada 2020 dari USD21 miliar pada 2019.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pertumbuhan tersebut didorong oleh aktivitas masyarakat Indonesia yang mencoba berjualan di kanal digital. Google mencatat terdapat pertumbuhan hingga 5 kali lipat jumlah supplier lokal yang berjualan daring karena pandemi.

Sektor perjalanan dan transportasi mengalami penyusutan pada kuartal II/2020 secara tahunan masing-masing sebesar 18 persen dan 24 persen, dengan total GMV masing-masing sebesar USD5 miliar dan USD3 miliar.

“Ada hambatan, namun hingga 2025 keduanya diperkirakan akan bangkit dalam jangka pendek hingga menengah,” jelas Randy dalam konferensi virtual, Selasa (24/11/2020).

Dari sisi konsumen, tahun ini lebih dari sepertiga konsumen layanan digital di Asia Tenggara mulai menggunakan layanan online baru karena COVID-19.

Di Indonesia, 37 persen konsumen digital menggunakan layanan baru. Lebih dari setengah konsumen digital di Indonesia (56 persen) berasal dari daerah non-metro dan 93 persen dari mereka mengatakan akan terus menggunakan setidaknya satu layanan digital setelah pandemi berakhir.

Waktu pemanfaatan digital rata-rata per hari selama pandemi untuk tujuan pribadi tercatat meningkat, dari 3,6 jam sebelum pandemi menjadi 4,7 jam selama PSBB dan kemudian 4,3 jam setelah PSBB.

Sementara itu, Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi, mengatakan Covid-19 telah mengubah cara hidup banyak orang di Asia Tenggara.

Perkembangan sektor layanan keuangan digital, teknologi kesehatan (HealthTech) dan teknologi pendidikan (EdTech) diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia memandang, Indonesia merupakan pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dan menjadi medan persaingan utama bagi platform-platform teknologi.

Oleh sebab itu, perusahaan teknologi sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di Indonesia.

“Kami memperkirakan pertumbuhan dan percepatan akan terus berlanjut di sektor ini dalam beberapa tahun ke depan,” kata Cannarsi.

Dilain pihak, arus pendanaan akan tetap solid di Indonesia dengan dibukukannya 202 kesepakatan investasi senilai USD2,8 miliar selama paruh pertama 2020, dibandingkan total USD3,2 miliar dari 355 kesepakatan investasi sepanjang 2019.

“Kami masih melihat potensi yang besar dari ekonomi internet Indonesia dengan pertumbuhan yang didorong oleh besarnya jumlah pengguna internet yang sangat aktif dan bahkan makin aktif menggunakan internet karena pandemi,” kata Rohit Sipahimalani, Chief Investment Strategist, Temasek. (ATN)

Tags: Ekonomi DigitalIndustri Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.